Rehabilitasi Pesisir Meranti, Pembibitan Mangrove Kini Hasilkan Puluhan Juta Rupiah

KEPULAUAN MERANTI Upaya rehabilitasi kawasan pesisir berbasis masyarakat terus diperkuat di Desa Mayang Sari, Kecamatan Merbau. Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam melalui kolaborasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), PT Imbang Tata Alam (ITA), dan World Cleanup Day (WCD) Riau guna menekan abrasi sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi warga pesisir.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (18/05/2026) itu merupakan bagian dari program Green Restoration of Our World (GROW), sebuah inisiatif rehabilitasi lingkungan yang menargetkan penanaman 14.505 pohon di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Di Desa Mayang Sari, tahap awal dilakukan dengan penanaman 800 bibit mangrove, disusul tambahan 200 bibit secara bertahap.

Program tersebut dilaksanakan di kawasan Kelompok Tani Hutan (KTH) Sungai Haji yang selama beberapa tahun terakhir aktif melakukan pembibitan dan konservasi mangrove berbasis masyarakat.

Perwakilan Departemen Formalitas dan Komunikasi (Forkom) SKK Migas Sumbagut, Suci Masliawati, mengatakan Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi lokasi kesepuluh pelaksanaan program GROW pada 2026.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Mayang Sari, Ibrahim, menilai keberadaan mangrove tidak hanya berfungsi menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga menopang kehidupan masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan.

“Kami berharap program ini tidak berhenti pada penanaman saja, tetapi juga ada pemeliharaan dan pendampingan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Ibrahim sebagaimana diberitakan Tribun Pekanbaru, Selasa (19/05/2026).

Ia juga mengimbau kelompok tani hutan dan kelompok konservasi mangrove untuk menjaga kawasan pesisir dari praktik penebangan mangrove secara ilegal.

Menurut Ibrahim, sejumlah panglong arang yang sebelumnya memanfaatkan kayu mangrove secara ilegal di Kepulauan Meranti telah ditutup oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya melindungi kawasan pesisir dari kerusakan lingkungan.

Koordinator Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility atau CSR) EMP, Arip Hidayatulloh, mengatakan rehabilitasi mangrove menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, terutama karena wilayah pesisir Meranti yang didominasi lahan gambut sangat rentan terhadap abrasi.

“Setiap tahun diperkirakan terjadi abrasi sekitar 10 hingga 20 meter di sejumlah kawasan pesisir Meranti sehingga keberadaan mangrove sangat penting sebagai pelindung alami pantai,” ujar Arip.

Ia menjelaskan PT ITA telah menjalankan program konservasi mangrove sejak 2015 dan kini membina 10 kelompok konservasi mangrove di Kepulauan Meranti dan Kabupaten Siak dengan total area konservasi sekitar 200 hektare.

Ketua KTH Mangrove Sungai Haji, Awang Hendri, mengatakan kelompoknya mulai mengembangkan pembibitan mangrove sejak 2023 sebagai bagian dari rehabilitasi pesisir berbasis masyarakat.

Menurut Awang, hingga saat ini kelompok tersebut telah menanam dan menjual sekitar 22.800 bibit mangrove dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp60 juta.

“Selain menjaga lingkungan, kegiatan pembibitan mangrove juga mulai memberi tambahan pendapatan bagi masyarakat,” ujar Awang.

Manajer Divisi CSR dan Komunikasi EMP, Iman Soerjasantosa, menambahkan bahwa pelestarian mangrove tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber daya alam.

“Ekosistem mangrove yang terjaga dapat mendukung keberlanjutan kawasan pesisir sekaligus memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” kata Iman.

Selain kegiatan penanaman, masyarakat setempat turut menampilkan kesenian gambus Melayu dan menyajikan kuliner khas berupa mi sagu serta lokan, yang menjadi bagian dari tradisi budaya pesisir di Desa Mayang Sari. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Posyandu 6 SPM Permudah Akses Kesehatan Masyarakat Desa Sodong

PDF đź“„KABUPATEN TANGERANG – Transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) …

Tak Hanya Kesehatan, Posyandu Lingga Kini Layani Beragam Kebutuhan Warga

PDF đź“„LINGGA – Transformasi layanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Lingga (Lingga), Kepulauan Riau …

Posyandu di Badung Kini Jadi Garda Depan Pengurangan Sampah Residu

PDF đź“„BADUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung memanfaatkan momentum Semarak Posyandu 2026 untuk memperkuat edukasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *