Pasang Laut Tinggi Picu Banjir Rob di Sedati, Aktivitas Ekonomi Tersendat

SIDOARJO Banjir rob yang melanda kawasan pesisir Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo (Sidoarjo), Jawa Timur (Jatim), mengganggu aktivitas masyarakat di empat desa. Genangan air laut yang terjadi akibat pasang setinggi 3 hingga 4 meter tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi petani tambak dan nelayan setempat.

Empat desa yang terdampak banjir rob tersebut meliputi Desa Kalanganyar, Desa Tambak Cemandi, Desa Banjar Kemuning, dan Desa Segoro Tambak. Ketinggian genangan berkisar antara 15 hingga 20 sentimeter, bahkan di sejumlah lokasi mencapai setinggi lutut orang dewasa.

Camat Sedati, Dedy Kurniawan, mengatakan banjir rob telah terjadi selama beberapa hari terakhir di wilayah pesisir bagian timur Kecamatan Sedati.

“Untuk bulan ini banjir rob terjadi pada pagi hari dan biasanya mulai surut sore hari,” kata Dedy, sebagaimana dilansir Detikjatim, Selasa (19/05/2026).

Menurut Dedy, kondisi tersebut membuat aktivitas warga tidak dapat berjalan normal. Sejumlah usaha kolam pancing milik masyarakat juga terpaksa menghentikan operasional sementara karena area usaha tergenang air laut.

“Banjir rob ini mulai Sabtu dan diprediksi berakhir sekitar tiga hari lagi,” tambahnya.

Selain berdampak pada aktivitas harian, banjir rob juga memengaruhi sektor perikanan tambak yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga pesisir. Warga mengaku fenomena tersebut merupakan kejadian rutin yang berlangsung setiap tahun.

Salah seorang warga Dusun Gisik Kidul, Desa Tambak Cemandi, Dani (57), mengatakan banjir rob biasanya muncul dalam dua siklus tahunan.

“Biasanya ada dua siklus. Bulan Mei air pasang datang siang hari, sedangkan bulan Oktober sampai Desember biasanya malam hari,” ujarnya.

Dani menjelaskan genangan mulai muncul sejak beberapa hari terakhir dengan pola pasang pada pagi hingga menjelang siang hari.

“Ketinggian air sekarang sampai lutut orang dewasa,” jelasnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Mulyadi (59), yang menilai banjir rob memberikan dampak ekonomi cukup besar bagi para petani tambak.

“Sangat merugikan petani tambak. Banyak hasil tambak rusak dan hanyut,” katanya.

Meski sejumlah jalan kampung masih dapat dilalui kendaraan, warga tetap membatasi akses orang luar ke wilayah terdampak demi alasan keselamatan. Warga lainnya, Supriyo (71), menyebut banjir rob telah menjadi fenomena tahunan yang selalu dihadapi masyarakat pesisir Sedati.

“Setiap tahun pasti ada dua kali. Kadang siang hari, kadang malam hari,” pungkasnya.

Hingga kini masyarakat berharap kondisi pasang laut segera mereda agar aktivitas ekonomi, terutama sektor perikanan tambak dan nelayan, dapat kembali berjalan normal tanpa gangguan genangan air laut. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Posyandu di Badung Kini Jadi Garda Depan Pengurangan Sampah Residu

PDF đź“„BADUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung memanfaatkan momentum Semarak Posyandu 2026 untuk memperkuat edukasi …

Gianyar Perluas Peran Posyandu, Libatkan 23 Dokter Spesialis untuk Warga

PDF đź“„GIANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar memperluas layanan kesehatan berbasis masyarakat dengan menggelar pelayanan …

PKK Jateng Luncurkan Kencan Bumil dan SIM PKK di Blora

PDF đź“„BLORA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meluncurkan program “Kencan Bumil” atau Kader …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *