BELITUNG BARAT – Pengembangan wisata berbasis teknologi di Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung Barat mulai memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kawasan Bukit Peramun yang dikenal sebagai hutan digital berbasis masyarakat pertama di Indonesia kini menjadi daya tarik wisata baru yang memadukan pelestarian alam dengan inovasi digital.
Kawasan wisata tersebut menghadirkan berbagai teknologi interaktif, mulai dari digital hiking, virtual zoo, hingga peta navigasi daring yang membantu wisatawan menjelajahi jalur trekking di tengah hutan tropis Belitung.
Executive Vice President Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan pengembangan desa wisata dilakukan untuk mendorong kemandirian desa sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat sekitar destinasi wisata.
“Bakti BCA tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga memastikan desa binaan dapat berkembang menjadi desa mandiri dan berkelanjutan,” ujar Hera sebagaimana dilansir Kompas, Senin (11/05/2026).
Menurut Hera, pengelolaan Bukit Peramun yang konsisten berhasil membawa kawasan tersebut meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 2023 sebagai hutan digital berbasis masyarakat pertama di Indonesia.
Selain itu, Bukit Peramun juga memperoleh penghargaan Green Gold kategori pelestarian lingkungan dalam ajang Indonesian Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019.
“Kami senantiasa mendorong desa-desa binaan Bakti BCA untuk menonjolkan karakteristik yang dimiliki,” katanya.
Bukit Peramun mulai menjadi Desa Bakti BCA sejak 2018 dan dikelola masyarakat melalui kelompok Hutan Kemasyarakatan Arsel. Kawasan tersebut mengusung konsep community-based tourism dengan mengedepankan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan warga lokal.
Selain panorama batu granit khas Belitung dan hutan alami, kawasan wisata itu juga dilengkapi virtual assistant berbasis Android yang memberikan informasi mengenai jenis tanaman serta manfaatnya. Wisatawan juga dapat menggunakan layanan virtual guide dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.
Pengembangan teknologi wisata tersebut berdampak terhadap peningkatan jumlah pengunjung. Pada 2023, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bukit Peramun tercatat sebanyak 387 orang dan meningkat menjadi 485 wisatawan pada 2025. Sementara wisatawan domestik naik dari 1.356 orang pada 2024 menjadi 1.648 pengunjung pada 2025.
Tidak hanya Bukit Peramun, pengembangan desa wisata juga dilakukan di Desa Wisata Kreatif Terong yang berada di kawasan bekas tambang timah. Lokasi itu kini berkembang menjadi destinasi wisata edukasi dan alam melalui pemanfaatan lahan reklamasi swadaya masyarakat.
Salah satu daya tarik utamanya ialah Wisata Aik Rusa Berehun yang dilengkapi area UMKM, panggung seni, dan pondok pertemuan. Pengunjung juga dapat menikmati tradisi makan bedulang khas Belitung yang sarat nilai kebersamaan dan sopan santun.
Pada 2026, Desa Wisata Kreatif Terong ditetapkan sebagai lokasi program Genera-Z Berbakti, yakni program pengabdian masyarakat bagi mahasiswa untuk mendukung inovasi dan pengembangan desa wisata binaan Bakti BCA.
“Semoga dukungan kami dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal dan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegas Hera. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara