Tiga Desa di Matim Terisolasi Setelah Jembatan Putus Dihantam Banjir

MANGGARAI TIMUR – Banjir bandang yang menerjang Sungai Waemusur di Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan jembatan crossway penghubung jalur Sok-Wae Care putus total, Rabu (13/05/2026). Akibat kerusakan itu, warga di tiga desa terisolasi karena akses transportasi satu-satunya lumpuh diterjang arus deras.

Jembatan crossway yang rusak tersebut sebelumnya dibangun oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Matim bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 1612 Manggarai melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-116 pada 2023. Material berupa campuran beton dan bebatuan dilaporkan hanyut terbawa banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah itu sejak Selasa (12/05/2026) malam hingga Rabu pagi.

Kepala Desa (Kades) Bea Ngencung, Evaristus Indrano mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerusakan jembatan mengakibatkan aktivitas masyarakat lumpuh total karena akses menuju Kota Borong sebagai pusat pemerintahan Matim terputus.

“Kondisi sekarang kami warga tiga desa terisolir karena akses jalan satu-satunya kini lumpuh total akibat jembatan crossway itu putus total diterjang banjir bandang. Kami tidak bisa menggunakan kendaraan baik roda 2 apalagi roda 4 untuk mengangkut hasil komoditi pertanian kami,” ungkap Evaristus, sebagaimana diberitakan Pos Kupang, Rabu, (13/05/2026).

Ia menjelaskan tiga desa yang terdampak yakni Desa Bea Ngencung, Desa Lidi, dan Desa Satar Lenda. Ketiga wilayah tersebut kini kesulitan melakukan mobilitas warga maupun distribusi hasil pertanian akibat jalur lintas selatan yang menghubungkan Matim dengan Kabupaten Manggarai tidak dapat dilalui kendaraan.

Evaristus mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Matim dengan tembusan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Matim. Ia meminta pemerintah segera membangun jembatan permanen menggantikan crossway yang dinilai tidak mampu menahan derasnya arus banjir.

“Saya mewakili warga kami minta bangun jembatan baru, jangan lagi bangun crossway seperti ini. Ada lubang-lubang kecil dalam crossway ini air banjir tidak bisa lewat sehingga harus meluap dan menerjang badan crossway sampai putus, dampaknya DAS sungai juga semakin meluas dan banjir meluap menyapu tanaman padi milik warga di sepanjang bantaran sungai ini,” ungkap Evaristus.

Selain memutus akses transportasi, banjir juga berdampak pada lahan pertanian warga di sekitar daerah aliran sungai. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah selatan Matim kembali normal. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Derita Warga Pegunungan Pinrang, Ambulans Tak Bisa Masuk Desa

PDF đź“„PINRANG – Buruknya akses jalan di wilayah pegunungan Dusun Paleleng, Desa Kaseralau, Kecamatan Batulappa, …

TNI Bersama Warga Rampungkan Tembok Penahan Tanah Desa Brabe

PDF đź“„PROBOLINGGO – Pembangunan tembok penahan tanah atau TPT di Dusun Klagin, Desa Brabe, Kecamatan …

Desa Klekan dan Lumutan Jadi Titik Awal Penyaluran Air Bersih BPBD Bondowoso

PDF đź“„BONDOWOSO – Kekeringan yang melanda sejumlah desa di Bondowoso membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *