PONOROGO – Tradisi Metik di Desa Glinggang, Kecamatan Sampung, kembali digelar sebagai simbol syukur panen sekaligus strategi memperkuat ketahanan pangan melalui kolaborasi budaya dan teknologi pertanian, Kamis (30/04/2026).
Kegiatan yang telah berlangsung untuk ke-10 kalinya ini tidak hanya menampilkan ritual adat, tetapi juga mencerminkan adaptasi petani terhadap perkembangan teknologi guna meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Tradisi tersebut menjadi ruang pertemuan antara kearifan lokal dan inovasi modern di sektor pertanian desa.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita menegaskan bahwa tradisi Metik memiliki makna lebih dari sekadar seremoni budaya. “Ini adalah wujud nyata nguri-uri budaya. Tradisi ini menunjukkan kerja keras para petani yang telah mencurahkan tenaga, waktu, dan kesabaran dalam mengolah lahan pertanian,” ujarnya, sebagaimana dilansir Ponorogo News, Sabtu (02/05/2026).
Ia menambahkan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah, sehingga inovasi yang dilakukan petani menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi. “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani yang mampu memadukan kearifan lokal dan kemajuan zaman demi memperkuat ketahanan pangan,” tambahnya.
Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur (Jatim) Heru Suseno menyebutkan bahwa peran Ponorogo cukup strategis dalam mendukung produksi padi di tingkat provinsi. “Jawa Timur sudah surplus sehingga beberapa ton bisa untuk ekspor. Jika melihat data lima tahun terakhir, tahun 2025 merupakan produksi tertinggi. Ponorogo termasuk 10 besar kabupaten penghasil padi,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi inovasi agar capaian tersebut tetap terjaga di masa mendatang. “Tugas kita selanjutnya adalah mempertahankan capaian ini agar Ponorogo tetap menjadi daerah lumbung pangan,” tegasnya.
Rangkaian tradisi Metik juga diwarnai partisipasi luas masyarakat dengan berbagai kegiatan budaya. Momentum ini tidak hanya memperkuat identitas desa, tetapi juga mendorong sinergi antara petani, pemerintah, dan pemanfaatan teknologi dalam menghadapi tantangan pangan ke depan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara