1.500 Pohon Ditanam di Bandung Barat, Upaya Cegah Longsor Kembali

CISARUA – Upaya pemulihan lingkungan pascalongsor di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dilakukan melalui aksi penanaman sekitar 1.500 pohon di titik rawan bencana, Selasa (21/04/2026). Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, aparat keamanan, serta masyarakat sebagai langkah mitigasi untuk menekan risiko longsor berulang.

Aksi tersebut dipusatkan di RT 03 RW 06 yang menjadi lokasi terdampak longsor pada Januari 2026. Penanaman pohon dilakukan di area tebing curam guna memperkuat struktur tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Kepala Desa (Kades) Kertawangi, Yanto Bin Surya, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan kawasan terdampak bencana. “Hari ini kami melakukan penanaman pohon di lokasi bencana longsor 22 Januari 2026 lalu, dalam upaya menjaga dan mengembalikan kawasan kembali seperti sediakala,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi geografis wilayah yang didominasi lereng curam membuat desa tersebut rentan terhadap longsor, terutama saat curah hujan tinggi. “Sebagian besar wilayah desa Kertawangi merupakan tebing-tebing curam, potensi resiko bencana longsor sangat tinggi, termasuk di RT 03 RW 06 ini, berasa di tebing curam, bersebelahan dengan Curug Pelangi, sehingga saat penanaman, kami juga di bantu oleh tim pemanjat profesional Destana,” katanya.

Kegiatan ini turut melibatkan Wakil Kepala Kepolisian Sektor (Wakapolsek) Cisarua Ahmad Saripudin bersama unsur TNI, Perlindungan Masyarakat (Linmas), Karang Taruna, serta tokoh masyarakat. Kehadiran lintas sektor ini dinilai penting untuk memperkuat kolaborasi dalam penanganan bencana berbasis masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolsek Cisarua menegaskan pentingnya sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan. “Kalau tanahnya kuat, warga tidur nyenyak. Ini bagian dari kamtibmas dalam arti luas. Polisi, TNI, kades, dan warga harus kompak rawat alam,” pesannya, sebagaimana dilansir Kompasiana, Kamis (23/04/2026).

Meski langkah mitigasi mulai dilakukan, persoalan bantuan bagi warga terdampak belum sepenuhnya terselesaikan. Ketua RT 03 RW 06, Rudi Nugraha Muharam, mengungkapkan hingga kini belum ada kejelasan terkait relokasi warga dari pemerintah daerah. “Sejak bencana pada 24 Januari lalu hingga saat ini, Kami warga terdampak belum menerima apapun dari pihak pemerintah Kabupaten Bandung Barat atau Provinsi Jawa Barat, meski pihak pemerintah desa telah mengajukan permohonan bantuan merelokasi warga yang rumahnya tidak layak untuk ditempati, namun realisasinya belum terlaksana hingga kini,” ujarnya.

Warga pun berharap pemerintah segera merespons kebutuhan mendesak tersebut agar penanganan bencana tidak hanya berhenti pada pemulihan lingkungan, tetapi juga menjamin keselamatan dan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat terdampak. “Kami memohon kepada pemerintah baik Kabupaten atau Provinsi untuk segera merespon keluhan warga terdampak yang hingga kini belum ada kejelasannya,” pungkasnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Krisis Air Pascabencana, Brebes Perketat Pengawasan SPAM

PDF đź“„BREBES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat memperketat pengawasan …

Satu Hektare Sawah Rusak, Longsor Parah Hantam Desa Cianaga

PDF đź“„SUKABUMI – Akses jalan utama yang menghubungkan dua kedusunan di Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, …

PLN Latih Warga Tomohon Jadi Siaga Hadapi Bencana

PDF đź“„TOMOHON – Upaya memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi ancaman bencana terus didorong melalui pelatihan terpadu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *