Gerakan Perempuan Sigedang Ubah Hutan Jadi Benteng Bencana

WONOSOBO – Warga Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, mengubah momentum Hari Kartini menjadi aksi nyata penyelamatan lingkungan dengan menanam ribuan pohon di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu dan Muria. Gerakan ini digencarkan sebagai strategi mitigasi menghadapi ancaman cuaca ekstrem akibat El Nino Godzilla yang diperkirakan memicu kekeringan panjang sekaligus risiko banjir di wilayah hilir.

Aksi penghijauan yang digerakkan terutama oleh kelompok perempuan desa ini dilakukan pada Selasa, 21 April 2026, sebagai bentuk respons atas kondisi ekologis yang sempat terganggu akibat banjir sebelumnya. Selain memperkuat struktur tanah dan menjaga ketersediaan air, kegiatan ini juga diproyeksikan menjadi investasi lingkungan jangka panjang bagi masyarakat sekitar hutan hulu.

Mengutip Wonosobo Zone, Rabu, (22/04/2026), kegiatan bertajuk “Perempuan Menanam untuk Masa Depan” ini tidak hanya berfokus pada aspek konservasi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi warga melalui penanaman tanaman produktif. Bibit yang ditanam meliputi kopi, suren, hingga kayu manis yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi tanpa merusak keseimbangan alam.

Kepala Desa Sigedang, Muhammad Habib, menegaskan bahwa gerakan ini harus melampaui seremoni tahunan dan menjadi budaya baru masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ia menilai kesadaran ekologis warga perlu terus diperkuat agar tidak berhenti pada kegiatan simbolik.

“Hutan lestari, masyarakat sejahtera. Saat ini aksi kita mungkin baru menjadi tontonan, namun semoga ke depan bisa menjadi tuntunan bagi semua pihak untuk lebih mencintai alam,” ujarnya.

Menurut Habib, posisi geografis Sigedang yang berada di kawasan hulu DAS menjadikan desa tersebut sebagai titik penting dalam menjaga keseimbangan air di wilayah bawah. Karena itu, kolaborasi lintas elemen masyarakat dinilai menjadi kunci menghadapi perubahan iklim ekstrem yang semakin tidak menentu.

Gerakan penghijauan ini juga dipandang sebagai bentuk transformasi peran perempuan dalam isu lingkungan, dari sekadar partisipan menjadi penggerak utama. Pendekatan berbasis komunitas tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan desa terhadap ancaman bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

Dengan langkah ini, Sigedang menempatkan hutan bukan hanya sebagai bentang alam, tetapi sebagai sistem penyangga kehidupan yang harus dijaga bersama demi keberlanjutan generasi berikutnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

BPBD Batang Hari Ingatkan Bahaya Pembakaran Lahan di 76 Desa

PDF đź“„MUARA BULIAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari (Batang Hari), Provinsi …

DPRD Buleleng Harap Ekowisata Jadi Model Kolaborasi Desa

PDF đź“„SINGARAJA – Rencana pengembangan ekowisata berbasis hutan desa di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten …

Akses Vital Desa Bantaragung Terhenti Akibat Longsor

PDF đź“„SUKABUMI – Bencana pergerakan tanah disertai longsor yang melanda Desa Bantaragung, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *