Desa Ngrombo Jadi Sentra Gitar, Serap 600 Tenaga Kerja

SUKOHARJO – Desa Ngrombo, Kecamatan Baki, berkembang menjadi sentra industri gitar dengan melibatkan lebih dari 600 tenaga kerja, menjadikannya salah satu penggerak ekonomi kreatif berbasis desa di wilayah tersebut.

Transformasi ini tidak terjadi secara instan. Wilayah yang dulunya dikenal sebagai lahan kosong kini beralih fungsi menjadi pusat produksi alat musik petik yang telah menembus pasar nasional hingga internasional.

Ketua Paguyuban Gitar Ngrombo Sumardi mengungkapkan, awal mula industri ini berangkat dari inisiatif warga yang belajar membuat gitar ke Kota Solo pada era 1960-an.

“Dulu, di sini masih oro-oro ombo, artinya lahan luas yang belum digarap. Dari situlah muncul nama Ngrombo,” ujarnya sebagaimana diberitakan Suara Merdeka, Selasa (21/04/2026).

Ia menjelaskan, proses belajar tersebut dilakukan secara mandiri tanpa hubungan kerja formal, melainkan murni untuk menimba keterampilan.

“Mereka mencari pengalaman ke Solo. Di sana, tepatnya di Kelurahan Danukusuman, ada seorang perajin bernama Arjo Parno yang punya keahlian membuat gitar. Warga kami diizinkan belajar di sana, bukan sebagai pekerja, tapi benar-benar belajar,” terangnya.

Setelah kembali ke desa, warga mulai memproduksi gitar secara manual menggunakan peralatan sederhana tanpa listrik, sebelum akhirnya berkembang pesat pada dekade 1980-an.

“Begitu hasil karya mereka dibawa ke tempat guru mereka di Solo, ternyata diterima dan diakui. Dari situlah semangat membuat gitar di Ngrombo mulai tumbuh,” tambahnya.

Perkembangan semakin signifikan setelah warga mengenal teknik moulding yang dipelajari dari industri alat musik di Bandung pada akhir 1970-an, sehingga produksi menjadi lebih efisien.

“Sekitar tahun 1977, ada warga belajar ke Bandung, termasuk saya ini. Setelah pulang, ia mengajarkan teknik cetak gitar kepada warga lain. Sejak awal 1980-an, produksi gitar di Ngrombo mulai berkembang pesat,” lanjut Sumardi.

Kepala Desa (Kades) Ngrombo Sri Partini menyebutkan, industri ini kini menjadi tulang punggung ekonomi desa dengan jumlah perajin mencapai sekitar 200 orang.

“Kalau jumlah perajin yang terdata terakhir itu mencapai 200 an dan hingga saat ini masih eksis.”

“Untuk tenaga kerja yang terserap dari kerajinan ini jumlahnya lebih dari 600 an orang dan itu tidak hanya warga Ngrombo, tetapi dari luar daerah yang merantau ke sini atau biri,” ungkapnya.

Produk gitar dari Ngrombo telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia hingga ke luar negeri seperti Yunani, Solomon, dan Papua Nugini, meskipun pasar domestik masih menjadi yang terbesar.

“Yang paling besar pasarnya yang di dalam negeri. Ada dari Bali, Kalimantan dan di Jawa sendiri serta daerah lain.”

“Prospek masih bagus dan secara kualitas memang gitar dari Ngrombo mampu bersaing,” jelasnya.

Pemerintah desa dan daerah turut memberikan dukungan berupa bantuan modal, pelatihan, hingga fasilitasi pemasaran dengan menghadirkan calon pembeli dari luar daerah.

Namun demikian, keterbatasan fasilitas produksi bersama masih menjadi tantangan, terutama dalam menjaga keseragaman harga di antara perajin.

“Jadi kalau sudah ada rumah produksi yang besar nanti bisa menampung semua produk perajin itu, sehingga untuk harga bisa kempetitif.”

“Kalau sementara ini, harga bisa bervariasi antara para perajin,” imbuhnya.

Dengan potensi yang terus berkembang, Desa Ngrombo diharapkan mampu mempertahankan eksistensinya sebagai pusat industri kreatif berbasis desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Air Terjun Segunggung Jadi Hidden Gem Wisata Alam Sarolangun

PDF đź“„SAROLANGUN – Air Terjun Segunggung di Desa Kasiro, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, kian …

Omzet Rp722 Juta, Desa Lerep Tunjukkan Kemandirian Ekonomi

PDF đź“„KABUPATEN SEMARANG – Desa Wisata Lerep di Kecamatan Ungaran Barat mencatat capaian signifikan sepanjang …

1.500 Porsi Kuliner Tradisional Ramaikan Festival Budaya Tontayuo

PDF đź“„GORONTALO – Pemerintah Desa Tontayuo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, tengah mendorong transformasi desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *