MBG Disuplai Desa, Pemerintah Dorong Rantai Pangan dari Akar Rumput

LOMBOK BARAT – Pemerintah pusat mendorong penguatan rantai pasok pangan berbasis desa dengan melibatkan langsung produk lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Skema ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi desa sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menghadiri Pameran Potensi Desa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), di Gerung, Jumat (17/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menko meninjau berbagai potensi unggulan desa yang dipamerkan, mulai dari sektor pertanian, hortikultura, perkebunan, perikanan, hingga produk industri kecil dan menengah (IKM) serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sebagaimana diberitakan Rakyat Merdeka, Senin (20/04/2026).

Menurutnya, keterlibatan desa dalam rantai pasok pangan nasional menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan pangan.

“Program yang sudah berjalan terlihat hasilnya. Ini bukti membangun desa sama dengan membangun Indonesia,” ujarnya.

Menko juga mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar yang menjalin kolaborasi antara desa dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Melalui kerja sama tersebut, desa penghasil pangan didorong menjadi pemasok utama kebutuhan bahan baku untuk program MBG.

Kesepakatan tersebut diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara SPPG dan desa penghasil pangan, yang diharapkan mampu menciptakan ekosistem pangan yang saling terhubung dari hulu ke hilir.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus memperluas akses pasar bagi produk desa guna memperkuat kemandirian pangan nasional. Dukungan tersebut mencakup pengembangan potensi lokal hingga peningkatan distribusi hasil produksi desa ke berbagai program strategis nasional.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto menilai arah pembangunan yang berfokus pada desa telah menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya melihat kemajuan yang signifikan. Kalau desanya sudah dibangun dan maju, maka daerahnya pasti maju,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menekankan pentingnya sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan berbasis desa. Menurutnya, kebijakan yang selaras akan mempercepat pencapaian kesejahteraan masyarakat.

“Pusat punya arahan membangun dari desa, provinsi dengan program Berdaya dari Desa dan Lombok Barat dengan Sejahtera dari Desa. Ini sudah sangat selaras,” jelasnya.

Dengan sinergi lintas sektor tersebut, pemerintah optimistis desa tidak hanya menjadi penopang ketahanan pangan, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Dari Tujuh Menjadi Dua Kasus, Kolaborasi Desa Tekan Stunting di Pallangga

PDF đź“„GOWA – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gowa terus diperkuat melalui penyaluran bantuan …

Pemdes Batulohe Satukan Komitmen Percepat Penurunan Stunting

PDF đź“„BULUKUMBA – Pemerintah Desa (Pemdes) Batulohe, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba (Bulukumba), memperkuat strategi percepatan …

Posyandu di Kabupaten Tangerang Naik Kelas, Kini Jadi Ujung Tombak 6 SPM

PDF đź“„KABUPATEN TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memperluas peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *