Dari Wisata ke Cuan, Desa EKI Dorong Ekonomi Warga Majalengka

MAJALENGKA – Program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) di kawasan wisata Situ Cipanten, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memasuki tahap inkubasi pada April 2026, dengan fokus memperluas akses keuangan dan dampak langsung bagi peningkatan usaha serta kesejahteraan warga desa.

Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menyatakan tahapan ini menjadi fase lanjutan setelah pra-inkubasi sepanjang 2025, dengan penekanan pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu memanfaatkan layanan keuangan formal secara nyata, bukan sekadar memahami konsep literasi.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan, “program Desa EKI tidak berhenti pada pencanangan semata, melainkan harus berkelanjutan hingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” sebagaimana diberitakan Antaranews, Minggu, (19/04/2026).

Pada tahap ini, warga desa di sekitar Situ Cipanten diarahkan untuk mulai aktif menggunakan produk keuangan seperti tabungan dan pembiayaan guna mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah tersebut dinilai krusial karena aktivitas ekonomi lokal, terutama yang berkaitan dengan sektor pariwisata, membutuhkan dukungan akses modal dan pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur.

Selain itu, kolaborasi antara OJK, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka, serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) menjadi pilar utama dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang inklusif. Keterlibatan industri jasa keuangan seperti Bank bjb, PT Perusahaan Umum Daerah Bank Perkreditan Rakyat (Perumda BPR) Majalengka, dan Rumah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PLN Cirebon juga memperkuat pendampingan usaha masyarakat.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyebut program ini selaras dengan strategi daerah dalam mengoptimalkan potensi lokal berbasis wisata. Menurutnya, kehadiran Desa EKI dapat mendorong masyarakat desa tidak hanya menjadi pelaku wisata, tetapi juga pelaku ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.

Situ Cipanten sendiri telah menunjukkan daya tarik signifikan dengan jumlah kunjungan mencapai 20.142 wisatawan selama libur Lebaran 2026. Kondisi ini membuka peluang ekonomi yang luas bagi warga desa, mulai dari sektor kuliner, jasa, hingga produk UMKM.

Dengan masuknya program ke tahap inkubasi, diharapkan masyarakat desa mampu mengelola peluang tersebut secara lebih profesional melalui pemanfaatan layanan keuangan formal, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkat, tetapi juga lebih merata dan berkelanjutan di tingkat desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

BRIN Dorong Desa Majalengka Naik Kelas Lewat Hilirisasi Pertanian

PDF đź“„MAJALENGKA – Upaya peningkatan nilai tambah komoditas pertanian di tingkat desa didorong melalui program …

Pasar Slumpring Tegal Suguhkan Wisata Dapur Jadul yang Unik

PDF đź“„TEGAL – Inovasi wisata berbasis kearifan lokal di Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, …

Sedekah Bumi Senenan Jadi Kunci Harmoni dan Ekonomi Desa

PDF đź“„JEPARA – Tradisi Sedekah Bumi di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, dimanfaatkan sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *