MINAHASA UTARA – Penguatan layanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut), kembali ditegaskan melalui penyerahan bantuan dan evaluasi implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pembina Posyandu Sulut tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Luwansa Manado pada Jumat, 17 April 2026 itu menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta tim pembina Posyandu dalam memperkuat integrasi layanan dasar masyarakat. Rakorda ini diikuti peserta dari Pemprov Sulut dan 15 kabupaten/kota se-Sulut, dengan fokus pada penguatan layanan lintas sektor di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan, serta ketenteraman dan ketertiban umum.
Dalam agenda tersebut, Ketua Tim Pembina Posyandu Minut Rizya Ganda Davega menerima bantuan senilai Rp7.250.000 dari Tim Pembina Posyandu Sulut yang diserahkan langsung oleh Yulius Selvanus bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulut Anik Yulius Selvanus. Bantuan tersebut terdiri atas biskuit bayi, susu anak dan remaja, susu lansia, serta susu ibu menyusui sebagai dukungan terhadap peningkatan layanan gizi masyarakat di tingkat Posyandu.
“Dalam Rakorda itu kami sampaikan, sampai saat ini seluruh program dan kegiatan Posyandu mendapat Support dari Bupati Joune Ganda selaku penasehat Tim Posyandu melalui dinas terkait dengan 6 standar pelayanan maksimal (SPM),” sebagaimana diberitakan Tribunmanado, Jumat (17/4/2026), dalam pernyataan Rizya Ganda Davega. Ia menegaskan bahwa implementasi SPM menjadi kunci penguatan layanan dasar berbasis masyarakat.
Lebih lanjut, Rizya menjelaskan bahwa Posyandu SPM merupakan konsep integrasi layanan lintas sektor yang mencakup enam bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial. Ia menegaskan bahwa tim pembina di tingkat kabupaten memiliki peran penting dalam memastikan kader Posyandu di desa dan kelurahan mampu menjalankan fungsi pelayanan secara optimal.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Sulut Anik Yulius Selvanus menyampaikan bahwa Rakorda ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pembina Posyandu sebelumnya. Fokus utama kegiatan adalah evaluasi sekaligus penguatan implementasi enam SPM di seluruh wilayah Sulut agar berjalan lebih terarah dan terukur.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus dalam arahannya menegaskan pentingnya dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program Posyandu. Ia meminta agar seluruh kepala daerah dan perangkat teknis tidak hanya mendukung secara administratif, tetapi juga aktif memastikan implementasi di lapangan berjalan efektif.
“Saya minta para Bupati dan Wali Kota bantu seluruh Tupoksi Tim Posyandu dalam implementasi 6 SPM di wilayah masing-masing,” kata Yulius Selvanus.
Ia juga menekankan bahwa hasil Rakorda harus benar-benar diimplementasikan, bukan sekadar menjadi dokumen perencanaan tanpa realisasi di lapangan. Menurutnya, keberhasilan program Posyandu sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga perangkat desa dan kader di tingkat bawah.
Melalui penguatan koordinasi ini, pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan dasar masyarakat secara lebih merata, terutama di wilayah desa dan kelurahan yang menjadi ujung tombak pelayanan Posyandu di Minut dan Sulut secara umum. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara