KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen mengintegrasikan layanan kesehatan dan bantuan sosial langsung ke desa melalui program “Cerdas dan Sehat Bareng Biyunge” di Desa Giripurno, Kecamatan Karanganyar, Rabu (15/4/2026), sebagai upaya memperluas jangkauan pelayanan publik bagi masyarakat pedesaan.
Program yang diinisiasi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kebumen ini menghadirkan berbagai layanan, mulai dari Dokter Spesialis Keliling (Speling), pengobatan gratis, hingga khitan massal. Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyebut kehadiran layanan ini bertujuan menjawab keterbatasan akses warga desa terhadap fasilitas kesehatan. “Program Speling ini kami hadirkan agar layanan dokter spesialis bisa lebih dekat dengan masyarakat. Tidak semua warga mampu atau sempat ke rumah sakit, maka layanan itu yang kami datangkan langsung ke desa,” ujarnya.
Selain menghadirkan layanan medis, Pemkab Kebumen juga menyalurkan bantuan sosial kepada 100 warga difabel dan keluarga kurang mampu, serta memberikan tali asih kepada anak-anak peserta khitan massal. Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan terpadu pemerintah daerah dalam menjangkau kelompok masyarakat rentan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lilis menegaskan fokus intervensi pemerintah saat ini diarahkan pada ibu hamil, balita, dan lanjut usia (lansia) untuk menekan angka stunting serta mencegah penyakit kronis sejak dini. Ia juga membuka kanal komunikasi langsung melalui aplikasi WhatsApp guna mempermudah masyarakat menyampaikan keluhan, khususnya terkait lingkungan dan pelayanan publik.
Sementara itu, Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Faiz Alauddien Reza Mardhika menyoroti kebutuhan infrastruktur di Desa Giripurno, terutama terkait penerangan jalan dan akses transportasi. Ia menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi tersebut pada anggaran mendatang. “Insya Allah pada tahun 2027, aspirasi masyarakat akan kami perjuangkan, terutama untuk perbaikan jalan agar lebih terang dan mulus,” katanya.
Pemkab Kebumen juga mengungkapkan sejumlah rencana pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Karanganyar, di antaranya pemeliharaan Jalan Karanganyar–Adimulyo dan Jalan Karanganyar–Kemujan pada 2025, serta rencana pelebaran Jalan Plarangan–Tanggeran pada 2026 dengan anggaran Rp4,5 miliar. Selain itu, usulan rekonstruksi Jembatan Kalongbali juga telah diajukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Melalui integrasi layanan kesehatan, bantuan sosial, dan pembangunan infrastruktur ini, Pemkab Kebumen menargetkan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa secara merata dan berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara