KAUR – Ratusan tanaman kelapa sawit milik warga di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Bengkulu, mengalami kerusakan parah setelah dimakan ternak sapi yang berkeliaran bebas, menimbulkan kerugian puluhan juta rupiah.
Kebun sawit seluas sekitar tiga hektare tersebut diketahui milik Kepala Desa (Kades) Tanjung Agung, Herlen Sumarni. Tanaman yang rusak diperkirakan berusia satu tahun dan sebagian besar telah memasuki fase pertumbuhan awal yang krusial.
Herlen menjelaskan, total tanaman yang ditanam mencapai sekitar 350 batang, terdiri dari varietas PPKS Yangambi dan Simalungun. Setiap bibit dibeli dengan harga Rp50 ribu, belum termasuk biaya perawatan selama satu tahun terakhir.
“Kalau dihitung kerugiannya cukup besar. Satu batang saya beli Rp 50 ribu, belum biaya perawatan. Sekarang tanaman sudah berusia satu tahun, namun rusak dimakan sapi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa hampir seluruh daun tanaman sawit di kebunnya habis dimakan ternak, sehingga menghambat pertumbuhan tanaman secara signifikan.
“Nyaris semua daun sawit gundul dimakan sapi. Bahkan pagar kawat juga ikut rusak. Saya menduga ternak masuk secara berombongan,” katanya.
Selain merusak tanaman utama, ternak sapi juga memakan bibit cadangan yang disiapkan untuk penyulaman, sehingga memperbesar total kerugian yang dialami.
Herlen menilai kejadian tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap ternak di wilayah tersebut, meskipun telah ada Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2025 tentang pemeliharaan hewan ternak serta imbauan pembentukan satuan tugas (satgas) di tingkat desa.
“Saya sangat kecewa. Kebun yang sudah saya rawat dan modali rusak begitu saja. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat lebih tegas dalam mengawasi ternak agar tidak dilepasliarkan, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara