DENPASAR – Penumpukan sampah di kawasan Banjar Lingga Bumi, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, kembali memicu perhatian publik setelah viral di media sosial. Kondisi tersebut terjadi akibat terhambatnya pengangkutan sampah sejak Maret 2026, yang membuat warga terpaksa mengumpulkan sampah di area sekitar banjar sebagai solusi darurat.
Kepala Lingkungan (Kaling) Banjar Lingga Bumi, Nyoman Partawan, menjelaskan bahwa penumpukan sampah terjadi karena adanya kendala pada jasa pengangkut sampah sebelumnya. Ia mengatakan koordinasi dengan pemerintah desa segera dilakukan agar sampah tetap bisa diangkut secara terpusat. “Iya kita kumpulkan sampah yang sebelumnya itu di seputaran banjar. Agar gampang proses pengangkutan yang dilakukan pihak desa,” ujarnya.
Menurut Partawan, wilayah Banjar Lingga Bumi yang cukup luas dengan lima blok menyebabkan sebagian titik belum terlayani pengangkutan secara optimal. Kondisi ini sempat membuat sampah terlihat menumpuk dan tersebar di area banjar hingga viral di media sosial. Setelah itu, pengangkutan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalung untuk membersihkan lokasi.
Ia menambahkan bahwa saat ini sistem pengelolaan sampah mulai diperbaiki dengan mendorong pemilahan dari sumber. Warga juga mulai diarahkan untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan. Pemerintah desa turut mengaktifkan fasilitas seperti tong edan dan teba modern sebagai bagian dari pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Selain itu, sampah non-organik bernilai jual mulai diarahkan ke bank sampah, sementara sampah lainnya dikelola oleh BUMDes. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) juga akan mengatur jadwal pengangkutan dengan syarat sampah telah dipilah sejak dari rumah tangga.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Denpasar juga memperkuat penanganan sampah dengan rencana evaluasi menyeluruh untuk menekan pembakaran sampah dan munculnya TPS liar di sejumlah titik. Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyebut pembagian komposter bag ke tingkat desa dan kelurahan sebagai salah satu solusi pengurangan sampah organik rumah tangga.
Langkah penanganan di Banjar Lingga Bumi ini menjadi gambaran tantangan pengelolaan sampah di tingkat desa yang masih bergantung pada perubahan perilaku masyarakat dan penguatan sistem layanan kebersihan yang berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara