HULU SUNGAI TENGAH – Akses vital warga Desa Murung Taal RT 06 RW 03, Kecamatan Labuan Amas Selatan, kembali menjadi perhatian setelah Kepolisian Resor (Polres) Hulu Sungai Tengah (HST) bersama masyarakat menginisiasi rehabilitasi Jembatan Merah Putih yang selama ini menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi dan sosial lintas kecamatan.
Rehabilitasi jembatan gantung sepanjang sekitar 20 meter dan lebar 1,5 meter itu dilakukan sebagai respons atas kerusakan yang sempat mengancam keselamatan pengguna, sekaligus untuk memastikan konektivitas warga menuju lahan pertanian, fasilitas pendidikan, hingga antarwilayah Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kecamatan Haruyan, dan Kecamatan Batu Benawa tetap terjaga.
Kapolres Hulu Sungai Tengah (HST) Jupri JHP Tampubolon menjelaskan bahwa perbaikan ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap kebutuhan dasar masyarakat sekaligus rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026.
“Jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai akses penghubung masyarakat menuju kebun dan sawah, akses pendidikan, serta menghubungkan tiga kecamatan berbeda wilayah,” kata Kapolres HST Jupri JHP Tampubolon di Barabai.
Ia menambahkan, kondisi jembatan sebelumnya mengalami kerusakan pada lantai dan penyangga, bahkan sebagian bagian sudah hilang sehingga berpotensi membahayakan warga yang melintas setiap hari.
Lebih lanjut, Jupri menyebutkan bahwa rehabilitasi ini berangkat dari usulan masyarakat yang disampaikan kepada pihak kepolisian, sehingga ditindaklanjuti melalui program gotong royong bersama aparat desa dan warga setempat.
“Kondisi jembatan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan pada bagian lantai dan penyangga bahkan terdapat bagian yang hilang sehingga membahayakan keselamatan pengguna,” ungkapnya.
Proses perbaikan dilakukan secara kolaboratif antara personel Polres HST, aparat pemerintah desa, serta warga Desa Murung Taal dengan menggunakan dana swadaya dari Polres HST sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan infrastruktur desa.
“Adapun anggaran kegiatan rehabilitasi jembatan ini bersumber dari dana swadaya Polres HST sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat,” tambahnya.
Jupri menegaskan bahwa perbaikan akan terus dikebut hingga selesai agar jembatan dapat kembali digunakan secara aman dan optimal untuk mendukung aktivitas harian warga.
“Kami berkomitmen menyelesaikan perbaikan ini secara maksimal agar jembatan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Program rehabilitasi Jembatan Merah Putih ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polres HST dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
“Program ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur serta pelayanan kepada masyarakat di wilayah pedesaan Kabupaten HST,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Murung Taal Askani menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Polres HST yang dinilai sangat membantu kelancaran mobilitas warga.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan perbaikan jembatan ini karena akses tersebut sangat penting bagi aktivitas masyarakat setiap harinya,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dapat terus berlanjut untuk menjawab kebutuhan infrastruktur di tingkat desa secara berkelanjutan.
Di sela kegiatan, suasana gotong royong juga diwarnai dengan makan bersama antara personel Polres HST dan warga setempat yang mempererat kebersamaan dalam proses rehabilitasi jembatan tersebut. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara