BADUNG – Kondisi pengelolaan sampah di Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, menjadi sorotan publik setelah muncul keluhan warga terkait tumpukan sampah kompos yang diduga dibuang dan menumpuk di kawasan desa wisata, hingga mengganggu aktivitas masyarakat di ruang terbuka.
Perubahan wajah desa yang sebelumnya dikenal sebagai Desa Wisata Penarungan kini menuai kritik dari warga dan pengguna media sosial. Area yang dulunya identik dengan lingkungan bersih dan aktivitas wisata kini disebut mengalami penurunan kualitas lingkungan akibat penumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik.
Salah satu warga melalui akun media sosial Instagram @fvcknroll mengungkapkan kekecewaannya terhadap aktivitas truk pengangkut sampah yang diduga rutin masuk ke wilayah desa. Ia menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan status desa wisata yang selama ini disandang.
“Logikanya dimana?” sebutnya.
“Desa Penarungan adalah desa wisata (sekarang sedang berkembang),” tambahnya.
Ia juga menyoroti lokasi desa yang berada di sekitar kawasan suci dan sumber mata air, seperti Pura Dalem dan Pura Taman Beji, sehingga menurutnya penumpukan sampah berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan gangguan kenyamanan warga.
“Lokasi (Desa Penarungan) ini berdekatan dengan Pura Dalem, Pura Taman Beji dan sumber mata air,” urainya.
Selain isu lingkungan, warga juga mengeluhkan bau tidak sedap dari tumpukan sampah kompos yang disebut mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di area ruang terbuka yang kerap digunakan untuk olahraga seperti jogging.
“Lokasi (Desa Penarungan) juga menjadi ruang terbuka dipakai Masyarakat umum untuk jogging dan olahraga,” ungkapnya.
Dalam unggahan lainnya, ia bahkan terlihat mengikuti sejumlah truk yang diduga membuang sampah ke wilayah tersebut sebagai bentuk protes atas kondisi yang terjadi. Ia menilai praktik tersebut telah merusak citra desa wisata yang selama ini dibangun.
“Segitu gampangnya merubah suatu daerah dari tempat wisata menjadi tempat pembuangan sampah kompos,” sebutnya.
“Sudah banyak truk yang katanya bawa sampah kompos itu dibuang kesini semeton,” imbuhnya.
Hingga kini, persoalan pengelolaan sampah di Desa Penarungan masih menjadi perhatian warga, terutama terkait dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, dan citra kawasan wisata yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat setempat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara