TUBAN – Upaya peningkatan daya saing produk lokal desa mulai digencarkan melalui kolaborasi mahasiswa dan masyarakat, salah satunya di Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, yang kini difokuskan pada penguatan kemasan dan pemasaran digital untuk mendorong kemandirian ekonomi warga.
Program Bina Desa yang digagas mahasiswa Agribisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur ini resmi diluncurkan pada Kamis (02/4/2026), dengan menitikberatkan pada pengolahan potensi desa serta penguatan identitas produk agar mampu bersaing di pasar modern.
Sejumlah produk unggulan desa seperti legen, dodol, dan kue dumbek menjadi sasaran utama pengembangan. Permasalahan utama pada produk legen, yakni daya tahan yang rendah akibat proses fermentasi cepat, menjadi fokus penanganan melalui inovasi kemasan.
Sebagai solusi, mahasiswa menerapkan standar kemasan higienis dan kedap udara guna memperpanjang masa simpan produk tanpa mengubah cita rasa aslinya. Langkah ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta mengurangi food loss atau kerusakan pangan.
“Kami fokus pada penyempurnaan kemasan Legen agar umur simpannya meningkat secara alami tanpa merubah rasa khasnya,” ujar Rohmat, Ketua Pelaksana Bina Desa.
Selain legen, produk dodol khas desa juga mengalami peningkatan dari sisi tampilan dengan desain kemasan yang lebih modern dan informatif. Produk yang sebelumnya dipasarkan secara konvensional kini diarahkan menjadi oleh-oleh premium dengan target pasar yang lebih luas, termasuk kalangan muda.
Tidak hanya inovasi fisik, program ini juga mencakup penguatan branding digital. Warga desa didampingi dalam pembuatan logo, penyusunan narasi produk, hingga pemanfaatan platform digital untuk pemasaran, sehingga produk lokal memiliki identitas yang lebih profesional.
Program ini dirancang berkelanjutan melalui pendampingan intensif kepada pelaku usaha desa. Mahasiswa memastikan transfer pengetahuan berjalan optimal agar masyarakat mampu mengelola inovasi secara mandiri.
Dengan pendekatan tersebut, Desa Ngujuran diharapkan mampu mengembangkan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah tinggi dan memperkuat posisi di pasar nasional. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara