Surga Tersembunyi Kalteng, Ini 5 Desa Wisata Paling Autentik

PALANGKA RAYA – Pemerintah dan masyarakat di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mengembangkan desa wisata berbasis kearifan lokal sebagai strategi mendorong pariwisata berkelanjutan yang menggabungkan keindahan alam dan budaya tradisional.

Sejumlah desa wisata di Kalteng kini mulai dikenal luas karena menawarkan pengalaman autentik, mulai dari susur sungai, eksplorasi hutan tropis, hingga interaksi langsung dengan budaya masyarakat Dayak yang masih terjaga.

Salah satu destinasi unggulan adalah Desa Wisata Sei Sekonyer di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Tanjung Puting. Kawasan ini terkenal sebagai habitat orangutan dan menawarkan aktivitas susur sungai menggunakan perahu klotok, trekking hutan, hingga pengamatan satwa liar di habitat aslinya.

Selain itu, Desa Wisata Upon Batu atau Batu Suli di Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), menghadirkan wisata pedesaan dengan kekuatan budaya lokal. Wisatawan dapat mempelajari tradisi Dayak, menjelajahi situs batu unik, serta menikmati suasana alam yang masih asri melalui pengelolaan berbasis masyarakat.

Di Kabupaten Lamandau, Desa Wisata Riam Tinggi di Kecamatan Delang menawarkan kombinasi panorama sungai, riam, serta budaya Dayak Tomun. Desa yang telah berdiri sejak 1917 ini juga dikenal dengan ritual adat Babantan, yang menjadi daya tarik budaya tersendiri bagi wisatawan.

Sementara itu, Desa Wisata Kereng Bangkirai di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya menjadi pintu masuk menuju Taman Nasional Sebangau. Destinasi ini dikenal dengan wisata susur sungai air hitam, eksplorasi hutan rawa gambut, serta keanekaragaman hayati seperti orangutan, bekantan, dan berbagai spesies burung. Promosi yang aktif membuat desa ini semakin diminati wisatawan.

Destinasi lainnya, Desa Wisata Pulau Pantai atau Pasuha di Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim), menawarkan pengalaman susur Sungai Sirau dengan panorama air jernih dan pasir putih di tepian. Selain itu, wisatawan juga dapat mengenal tradisi masyarakat Suku Hawa yang masih lestari.

Pengembangan desa wisata ini menunjukkan potensi besar Kalteng sebagai destinasi yang tidak hanya mengedepankan keindahan alam, tetapi juga nilai budaya dan keberlanjutan lingkungan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat lokal sekaligus menjaga warisan budaya daerah. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Warga Desa Gamlamo Masih Menunggu Tuntasnya Perbaikan Rumah

PDF 📄Sebanyak 16 rumah warga Desa Gamlamo mengalami kerusakan parah akibat banjir, tetapi pemulihan belum …

Hujan Deras Picu Pergerakan Tanah di Desa Sukaluyu

PDF 📄Pergerakan tanah setelah hujan deras merusak sembilan rumah warga dan tembok penahan tanah pada …

Tiga Desa di Kubu Raya Jadi Garda Awal Cegah Karhutla

PDF 📄Tiga desa di Kubu Raya menjadi sasaran penguatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan karena …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *