Antisipasi Karhutla, Pemkab OKU Libatkan Warga Desa

BATURAJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membentuk tim siaga berbasis desa menjelang musim kemarau 2026.

Langkah ini menjadi fokus utama Pemkab OKU dalam menekan potensi bencana asap sejak dini melalui keterlibatan langsung masyarakat desa. Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dimulai sebelum titik api muncul.

“Saat ini sudah memasuki musim kemarau sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan karhutla sedini mungkin,” katanya di Baturaja, Kamis.

Ia menjelaskan, pembentukan tim siaga karhutla tingkat desa yang dikenal sebagai Masyarakat Peduli Api (MPA) menjadi langkah krusial dalam sistem mitigasi berbasis komunitas. Tim ini melibatkan relawan warga yang dibekali pelatihan patroli, deteksi dini, hingga pemadaman awal.

Selain itu, setiap desa di OKU diwajibkan menyiapkan sarana pendukung seperti pompa air portable, garu, alat pemukul api, serta posko siaga desa. Kesiapan tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan apabila kebakaran terjadi sebelum meluas.

Pemkab OKU juga memperkuat koordinasi lintas wilayah melalui partisipasi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Karhutla 2026 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Jakarta. Dalam forum tersebut, pemerintah pusat menekankan pentingnya peningkatan patroli rutin, deteksi dini, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

“Kami juga sudah mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta pada Selasa (7/4),” katanya.

“Alhamdulillah rakor tersebut sangat berguna bagi Kabupaten OKU karena kami mendapat informasi dan langkah-langkah strategis untuk bersiap mengatasi bencana alam, termasuk kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat desa, Pemkab OKU berharap potensi karhutla selama musim kemarau dapat ditekan secara signifikan serta meminimalkan dampak kabut asap di wilayah tersebut. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Warga Desa Karasikan Terdampak Bencana, Mekanisme Bantuan Diubah

PDF 📄Warga Desa Karasikan yang terdampak pohon tumbang menjadi penerima bantuan tanggap darurat di tengah …

Aspirasi Warga Desa Campaka Masuk Pendataan Program Pemerintah

PDF 📄Reses di Desa Campaka menghimpun kebutuhan warga terhadap jalan tani, rumah ibadah, dan rumah …

Desa Pengambengan Andalkan Data untuk Arahkan Pembangunan

PDF 📄Pengelolaan data statistik yang akurat mengantarkan Desa Pengambengan masuk 12 desa/kelurahan Desa Cinta Statistik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *