KEBUMEN – Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, menorehkan sejarah panjang sejak sebelum 1922. Desa ini awalnya merupakan gabungan empat punden, yaitu Desa Siwuluh, Desa Candi, Desa Kecepak, dan Desa Teba, yang disatukan melalui musyawarah mufakat. Nama Candirenggo sendiri berasal dari kata Candi yang berarti punden dan Renggo yang berarti dikelola, mencerminkan filosofi pengelolaan desa secara kolektif. Kepala Desa pertama yang memimpin adalah H. Masruri hingga tahun 1943.
Sejak penggabungan itu, kepemimpinan Desa Candirenggo terus berubah mengikuti perkembangan sistem demokrasi. Beberapa Kepala Desa yang pernah memimpin antara lain Martawikrama (1943–1963), Moh. Yusi (1963–1968), H. Sanrohmat (1969–1989), Yatmo (1989–1998), Muspur sebagai Pejabat Kepala Desa (1998–1999), H. Mustofa (1999–2007), Ady Waluyo (2007–2017), Kasino sebagai Pejabat Kepala Desa (2018–2019), dan Mustofa (2019–2025).
Selain perjalanan kepemimpinan, Desa Candirenggo juga pernah mengalami bencana banjir besar pada 1985 dan 2001 yang sempat merendam sejumlah rumah penduduk. Kepala Desa Mustofa mengatakan, “Banjir ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk menata desa lebih baik dan mandiri.”
Sejarah panjang dan adaptasi kepemimpinan di Desa Candirenggo menunjukkan kemampuan desa untuk terus berkembang dan membangun ketahanan, baik dari sisi manajemen pemerintahan maupun kesiapan menghadapi bencana.[]
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara