Pupuk Kaltim Dorong Desa Mandiri Lewat Program PKT BISA

JAKARTA DESA NUSANTARA PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat pedesaan melalui pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah Program Pertanian Kompos Terpadu untuk Babadan Inovatif dan Sejahtera (PKT BISA), yang dikembangkan sejak 2022 di Dusun Babadan, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Program ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan pangan, pemanfaatan limbah organik, dan kemandirian ekonomi desa melalui produksi kompos yang ramah lingkungan. Penerapan PKT BISA mendorong partisipasi aktif masyarakat, sekaligus memberikan peluang usaha baru berbasis sumber daya lokal.

Melalui program ini, warga Dusun Babadan memperoleh pelatihan pengolahan kompos, manajemen usaha, hingga pemasaran produk hasil pertanian organik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan dalam pengelolaan limbah pertanian.

Program PKT BISA merupakan bagian dari strategi Corporate Social Responsibility (CSR) Pupuk Kaltim yang menitikberatkan pada pengembangan desa mandiri dan inovatif, sesuai dengan tujuan perusahaan untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Keberhasilan program ini menjadi contoh bagi desa lain dalam mengoptimalkan potensi lokal, sekaligus membuktikan bahwa sinergi antara perusahaan swasta dan masyarakat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara inklusif.

Redaksi01-Alfian

About redaksi01

Check Also

PSEL Bogor Raya Target Tekan Emisi 640 Ribu Ton per Tahun

PDF 📄BOGOR – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa …

Pilkades Ciamis 2026 Gunakan Tablet di TPS

PDF 📄CIAMIS – Sebanyak 40 desa di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tengah mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan …

Desa di Banyuwangi Diminta Maksimalkan Potensi untuk Atasi Sampah

PDF 📄BANYUWANGI – Seluruh desa di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, didorong memperkuat pengelolaan sampah dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *