Pesta Panen Bawa Rezeki bagi UMKM Desa Purwosari

Pasar Gili di Desa Purwosari menjadi ruang rutin bagi puluhan pelaku UMKM warga untuk berjualan sekaligus mempertemukan aktivitas ekonomi, hasil pertanian, dan tradisi masyarakat desa.

KENDAL – Aktivitas ekonomi warga Desa Purwosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, mendapat ruang melalui Pasar Gili yang berlangsung rutin setiap Minggu pagi. Pasar yang memanfaatkan ruas jalan desa tersebut menjadi tempat puluhan pelaku usaha menawarkan produk sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Pesta Panen Pasar Gili 2026.

Kepala Desa (Kades) Purwosari Akhmad Nur Wakhid mengatakan, keberadaan Pasar Gili tidak dirancang hanya untuk memeriahkan pesta panen. Kegiatan tersebut juga diarahkan menjadi ruang ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara rutin.

“Pasar ini terus berjalan rutin setiap pekan, tepatnya setiap Minggu pagi, mulai pukul 06.00 sampai 08.00,” kata Wakhid.

Pasar tersebut diikuti puluhan pelaku usaha, dengan mayoritas merupakan usaha rumahan milik warga Purwosari, termasuk kelompok usaha yang dikelola kaum ibu. Ketika Pesta Panen digelar, jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berpartisipasi mencapai sekitar 70 hingga 80 usaha.

Bagi masyarakat desa, keberadaan pasar memberikan kesempatan untuk memasarkan produk sekaligus menambah penghasilan keluarga. Aktivitas perdagangan yang berlangsung secara rutin juga membuat ruas jalan desa tidak hanya berfungsi sebagai akses warga, tetapi menjadi tempat berlangsungnya kegiatan ekonomi masyarakat.

Ketua Panitia Pesta Panen 2026, Any Ismafarida, menyebut peningkatan jumlah pengunjung saat pesta panen turut berdampak pada penjualan pelaku UMKM. Para pedagang bahkan menyampaikan adanya peningkatan keuntungan dibandingkan ketika berjualan pada hari biasa.

“Apalagi pada momen Pesta Panen seperti ini, keuntungan mereka bisa naik beberapa kali lipat. Makanya mereka selalu meminta agar momen tahunan ini selalu digelar,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan Puskapik, Minggu, (27/09/2026), Pesta Panen Pasar Gili tahun kelima tersebut berlangsung di ruas jalan desa yang membelah area persawahan sepanjang sekitar 500 meter. Selain aktivitas perdagangan, kegiatan itu juga menjadi ruang pertemuan warga melalui berbagai permainan rakyat.

Kegiatan ekonomi masyarakat tersebut berjalan bersamaan dengan upaya mempertahankan tradisi pertanian desa. Salah satunya melalui tradisi loning atau irup, yakni jual beli dengan gabah sebagai alat transaksi yang kini semakin jarang ditemui.

Tradisi tersebut kembali dihadirkan agar generasi muda mengenal kebiasaan masyarakat yang pernah berkembang di lingkungan pertanian. Permainan rakyat seperti kitiran, layang-layang, memancing, dan gogoh iwak juga digelar, sementara anak-anak mengikuti lomba mewarnai.

“Yang unik itu lomba kitiran. Sekarang sudah jarang orang memasang kitiran di pinggir sawah atau jalan. Makanya ini kami angkat kembali agar tradisi ini juga hidup kembali,” jelas Any.

Di sisi pertanian, Pesta Panen tahun ini berlangsung ketika harga gabah mengalami kenaikan. Wakhid menyebut produktivitas panen masyarakat masih tergolong standar karena petani menghadapi musim kemarau yang cukup panjang.

Namun, harga gabah yang lebih tinggi memberikan keuntungan bagi petani. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp700 ribu per kuintal kini telah menembus lebih dari Rp800 ribu per kuintal.

“Produksinya standar, tetapi harganya naik cukup tinggi. Sekarang lebih dari Rp800 ribu,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat kegiatan di Desa Purwosari tidak hanya menjadi perayaan atas hasil pertanian. Pasar Gili mempertemukan kegiatan perdagangan warga, hasil panen, dan tradisi masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan desa.

Wakhid berharap kegiatan tersebut dapat terus berlangsung tanpa menghilangkan nilai budaya yang telah melekat di masyarakat Purwosari. Keberlanjutan pesta rakyat sekaligus pasar mingguan diharapkan tetap membuka ruang ekonomi bagi warga dan menjaga warisan budaya desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Dari Kopi hingga Pelatihan, Desa Nglarangan Didorong Naik Kelas

PDF đź“„Desa Nglarangan mendapat 13 program pemberdayaan yang menyasar penguatan usaha warga, pendidikan, keterampilan, serta …

Desa Kuning Terendam Banjir, Jalan Nasional Masih Sulit Dilalui

PDF đź“„Banjir yang menggenangi jalan nasional di Desa Kuning, Aceh Tenggara, masih menyisakan genangan hingga …

Potensi Wisata Desa Gunung Malang Dibidik hingga Pasar Mancanegara

PDF đź“„Desa Gunung Malang memperkuat pengelolaan potensi wisata alam, budaya, pertanian, dan edukasi sekaligus mendorong …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *