Permainan Tradisional Warnai Aktivitas Anak Desa Kagokan

Anak-anak Desa Kagokan dikenalkan kembali dengan egrang dan bakiak sebagai pilihan kegiatan yang mendorong aktivitas fisik, interaksi sosial, kerja sama, dan penggunaan waktu luang yang lebih seimbang.

JAWA TENGAH – Anak-anak di Desa Kagokan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, mendapatkan alternatif kegiatan bermain tanpa perangkat digital melalui pengenalan permainan tradisional egrang dan bakiak. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program KKN Tematik 250 Universitas Sebelas Maret (UNS) Membangun Desa yang berlangsung selama Juli hingga Agustus 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan bagi anak-anak SD Negeri Kagokan 1 itu diarahkan untuk mengenalkan aktivitas yang membuat anak bergerak dan berinteraksi secara langsung dengan teman sebaya. Permainan tradisional dipilih karena dapat menggabungkan unsur bermain, aktivitas fisik, komunikasi, kerja sama, dan sportivitas.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kegiatan mahasiswa KKN Tematik 250 UNS di Desa Kagokan untuk memberikan pengalaman bermain yang tidak bergantung pada perangkat digital. Selain permainan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mengatur waktu penggunaan gawai dan menjaga keseimbangan dengan aktivitas fisik.

Sebagaimana diberitakan Media Indonesia, Minggu, (27/09/2026), perkembangan teknologi digital membuat gawai menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, termasuk untuk belajar, berkomunikasi, mencari informasi, dan hiburan. Namun, penggunaan yang tidak diimbangi kegiatan lain dapat meningkatkan waktu anak berada di depan layar.

Karena itu, anak-anak Desa Kagokan diperkenalkan dengan permainan yang dapat dilakukan secara langsung bersama teman. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai penggunaan gawai secara bijak dan pentingnya aktivitas fisik sebelum peserta mengikuti pemanasan.

Setelah itu, mahasiswa memperkenalkan cara menggunakan egrang dan bakiak. Peserta terlebih dahulu melihat contoh cara bermain, menjaga keseimbangan, mengikuti aturan, serta bekerja sama dalam kelompok sebelum mencoba permainan secara langsung.

Egrang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk melatih keseimbangan dan koordinasi gerak. Sementara itu, bakiak dilakukan secara berkelompok sehingga peserta harus menyelaraskan langkah dan berkomunikasi dengan anggota kelompok agar permainan dapat berlangsung dengan baik.

Aktivitas tersebut juga memberikan ruang bagi anak-anak di lingkungan Desa Kagokan untuk berinteraksi secara langsung. Peserta belajar menyampaikan informasi, mendengarkan arahan, menyesuaikan gerakan, mengikuti aturan, serta menerima hasil permainan dengan sikap sportif.

Peralatan yang digunakan dalam kegiatan meliputi egrang, bakiak, peluit, cone, tali pembatas, dan bendera semaphore. Perlengkapan tersebut disiapkan untuk mendukung permainan agar berlangsung secara terarah sekaligus memberikan pengalaman aktivitas fisik yang menyenangkan bagi peserta.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengenalan kembali permainan tradisional kepada anak-anak di Desa Kagokan di tengah perkembangan teknologi digital. Melalui egrang dan bakiak, anak-anak memperoleh pengalaman bermain bersama sekaligus mengenal bentuk permainan yang mengandung unsur kerja sama dan komunikasi.

Mahasiswa KKN Tematik 250 UNS berharap pengalaman tersebut dapat mendorong anak-anak untuk memanfaatkan waktu luang secara lebih seimbang. Penggunaan gawai tetap dapat dilakukan untuk kebutuhan tertentu, tetapi aktivitas bermain, berolahraga, dan berinteraksi secara langsung juga diperkenalkan sebagai pilihan kegiatan positif.

Pelaksanaan program tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan di lingkungan desa dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk memperoleh pengalaman edukatif melalui aktivitas sederhana. Pengenalan permainan tradisional diharapkan dapat terus dilakukan bersama teman maupun keluarga sehingga aktivitas bermain dan bergerak tetap menjadi bagian dari keseharian anak-anak di Desa Kagokan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Ngembal Jadi Ruang Belajar, Mahasiswa UNESA Jalankan Beragam Program

PDF 📄Selama sebulan berada di Desa Ngembal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Negeri …

Desa Kuning Terendam Banjir, Jalan Nasional Masih Sulit Dilalui

PDF 📄Banjir yang menggenangi jalan nasional di Desa Kuning, Aceh Tenggara, masih menyisakan genangan hingga …

Potensi Wisata Desa Gunung Malang Dibidik hingga Pasar Mancanegara

PDF 📄Desa Gunung Malang memperkuat pengelolaan potensi wisata alam, budaya, pertanian, dan edukasi sekaligus mendorong …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *