Warga Desa Karasikan Terdampak Bencana, Mekanisme Bantuan Diubah

Warga Desa Karasikan yang terdampak pohon tumbang menjadi penerima bantuan tanggap darurat di tengah rencana Pemkab HSS mengubah mekanisme penyaluran agar bantuan bencana dapat diterima lebih cepat.

HULU SUNGAI SELATAN – Warga Desa Karasikan, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), menerima bantuan tanggap darurat setelah bencana pohon tumbang merusak rumah mereka. Peristiwa tersebut sekaligus mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS menyiapkan regulasi baru agar bantuan bagi masyarakat terdampak bencana dapat disalurkan lebih cepat.

Bupati HSS Syafrudin Noor mengatakan selama ini bantuan tunai bagi warga yang terdampak bencana tetap berjalan, tetapi proses penyalurannya membutuhkan waktu sekitar 15 hari. Hal itu disampaikannya setelah menyerahkan bantuan kepada warga Desa Karasikan, Minggu (27/9/2026), sebagaimana diberitakan Antara, Senin, (28/09/2026).

“Bantuan tunai bagi warga terdampak bencana selama ini terus berjalan. Namun, proses penyaluran membutuhkan waktu sekitar 15 hari,” kata bupati dalam keterangan usai menyerahkan bantuan bantuan tanggap darurat kepada warga terdampak pohon tumbang menyebabkan kerusakan rumah, di Desa Karasikan, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten HSS, Minggu.

Rencana perubahan regulasi tersebut diarahkan agar bantuan dapat diberikan segera setelah warga mengalami musibah. Pemkab HSS saat ini mempelajari mekanisme tersebut melalui instansi terkait, termasuk Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD).

“Dengan regulasi yang baru, pihaknya ingin bantuan segera tersalurkan saat itu juga tanpa harus menunggu waktu sekitar 15 hari. Saat ini regulasi tersebut sedang dipelajari melalui instansi terkait di Dinas Sosial (Dinsos) dan BPKPD.”

Selain mempercepat penyaluran, Pemkab HSS juga menyiapkan regulasi untuk meningkatkan besaran bantuan mulai tahun depan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan bagi masyarakat yang mengalami musibah, termasuk warga di wilayah pedesaan.

“Kami pastikan pemerintah daerah selalu hadir di tengah-tengah masyarakat yang tertimpa musibah, baik kejadian angin puting beliung, kebakaran dan bencana lainnya,” ucap bupati.

Bantuan direncanakan mencakup warga yang mengalami kerusakan dengan tingkat ringan, sedang, hingga berat atau rusak parah. Rencana tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) HSS.

Bagi masyarakat desa yang terdampak bencana, mekanisme tersebut menjadi bagian penting karena bantuan tidak hanya berkaitan dengan kondisi kerusakan rumah, tetapi juga proses agar kebutuhan warga dapat segera ditangani pemerintah daerah.

Pemerintah daerah juga mengaitkan perlindungan masyarakat dengan program jaminan sosial. Saat ini masyarakat HSS telah mendapatkan layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang disebut telah dilanjutkan.

“Adapula asuransi BPJS Ketenagakerjaan, baik bantuan hari tua, serta beasiswa bagi anak yang ditinggalkan agar mendapatkan dana santunan,” terangnya.

Untuk BPJS Ketenagakerjaan, keluarga peserta yang meninggal dunia disebut mendapatkan santunan Rp42 juta serta jaminan hari tua Rp8 juta. Apabila peserta memiliki anak yang masih bersekolah, anak tersebut juga mendapatkan beasiswa.

Sementara bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja, nilai bantuan yang disebutkan mencapai Rp70 juta. Pada 2025, BPJS Ketenagakerjaan juga disebut telah mencairkan dana asuransi sekitar Rp17 miliar lebih bagi warga HSS.

Penyerahan bantuan kepada warga Desa Karasikan turut dihadiri Kepala Dinsos HSS Nordiansyah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSS Ika Aguspiannor Hidayattullah, Camat Sungai Raya Fathul Mushalli, serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Dispera KPLH) HSS Susilo Adianto.

Rencana perubahan mekanisme bantuan tersebut selanjutnya masih melalui tahapan pembahasan dan penyusunan regulasi. Pemkab HSS menargetkan kebijakan itu dapat mempercepat respons terhadap warga yang mengalami musibah, termasuk masyarakat desa yang terdampak bencana di wilayah HSS. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa di Paser Diminta Perkuat Pembinaan Al-Qur’an

PDF đź“„Tiap desa di Paser diharapkan memiliki Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang representatif dan mendapat …

Desa Kuning Terendam Banjir, Jalan Nasional Masih Sulit Dilalui

PDF đź“„Banjir yang menggenangi jalan nasional di Desa Kuning, Aceh Tenggara, masih menyisakan genangan hingga …

Potensi Wisata Desa Gunung Malang Dibidik hingga Pasar Mancanegara

PDF đź“„Desa Gunung Malang memperkuat pengelolaan potensi wisata alam, budaya, pertanian, dan edukasi sekaligus mendorong …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *