KEBUMEN – Warga RW 02 Padukuhan Bugel, Desa Tambaharjo, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, mulai memiliki sistem pengelolaan sampah anorganik secara mandiri melalui program bank sampah. Inisiatif yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler ke-159 Unit I.B.1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tersebut juga membuka manfaat ekonomi kolektif melalui setoran hasil penjualan sampah ke kas RT.
Program bank sampah diinisiasi pada Jumat, 4 September 2026, sebagai respons terhadap persoalan sampah rumah tangga yang sebelumnya belum dikelola secara tertata. Sebagian warga masih mencampur berbagai jenis sampah dan membakar sampah sebagai cara mengurangi timbunan.
Sebagaimana diberitakan Info Terkini, Kamis, (17/09/2026), program tersebut dirancang untuk menyediakan wadah sekaligus mekanisme bagi warga dalam memilah dan menyalurkan sampah anorganik secara berkelanjutan. Inisiatif itu menjadi bagian dari pelaksanaan tema KKN, yakni “Sinergi Membangun Desa Sehat, Cerdas, dan Sejahtera”.
Ketua Unit I.B.1 KKN UAD Akmal Azis MHS menjelaskan, persoalan sampah cukup terasa di Padukuhan Bugel sehingga program bank sampah dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan.
Pelaksanaan program diawali dengan menyiapkan bahan bangunan untuk membuat kerangka bank sampah serta karung sebagai tempat penampungan. Mahasiswa bersama warga kemudian membangun sarana tersebut secara gotong royong, termasuk memasang jaring pengaman agar sampah yang terkumpul tidak berserakan.
Selain menyediakan sarana fisik, mahasiswa KKN memberikan pendampingan mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik. Pengetahuan tersebut langsung dipraktikkan warga dalam kegiatan pengelolaan sampah.
Sarana bank sampah ditempatkan di tiga wilayah RW 02, yakni Bugel Wetan, Bugel Kidul, dan Bugel Kulon. Mahasiswa juga membagikan karung kepada setiap rumah untuk menampung sampah anorganik, seperti botol plastik, wadah kaca, dan kaleng bekas.
Keberlanjutan program didukung melalui kerja sama dengan pengepul yang mengambil sampah terkumpul secara rutin setiap pekan. Sampah yang dikumpulkan kemudian ditimbang dan hasilnya dikonversi menjadi nilai ekonomi sebelum disetorkan ke kas RT.
Warga RW 02 Padukuhan Bugel, Eko Suryono, menyambut positif program tersebut. Menurut dia, keberadaan bank sampah dapat membantu mengurangi barang yang berserakan, terutama sampah plastik, sekaligus memberikan tambahan pemasukan bagi RT untuk mendukung kepentingan warga.
Pengelolaan sampah melalui bank sampah diharapkan dapat mengubah kebiasaan warga dalam menangani sampah rumah tangga. Sistem pemilahan, pengumpulan, dan penjualan yang telah dibangun menjadi modal awal agar pengelolaan sampah tidak berhenti setelah program pendampingan mahasiswa selesai.
Kolaborasi mahasiswa KKN UAD Unit I.B.1, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program tersebut. Dengan mekanisme pengelolaan dan manfaat ekonomi yang telah terbentuk, warga RW 02 Padukuhan Bugel memiliki dasar untuk melanjutkan pengelolaan sampah secara mandiri. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara