MOJOKERTO – Desa Bejijong menawarkan cara berbeda menikmati wisata sejarah dengan menghadirkan suasana perkampungan yang mengadopsi nuansa Kerajaan Majapahit. Berada di kawasan bekas pusat pemerintahan Majapahit, desa wisata di Kecamatan Trowulan ini memadukan peninggalan sejarah, arsitektur tradisional, kerajinan, kuliner, dan penginapan dalam satu pengalaman wisata.
Desa Bejijong, Kabupaten Mojokerto (Mojokerto), Jawa Timur, mengembangkan konsep One Village Multi Product dengan menggabungkan beragam potensi lokal dalam satu kawasan wisata. Konsep tersebut membuat wisatawan tidak hanya mengunjungi situs bersejarah, tetapi juga dapat mengenal aktivitas ekonomi kreatif dan kehidupan masyarakat desa.
Kawasan tersebut berada di wilayah yang dikenal sebagai pusat bekas Kerajaan Majapahit. Sejumlah peninggalan sejarah berupa candi di sekitar kawasan menjadi bagian dari daya tarik utama, sementara rumah-rumah warga yang menggunakan arsitektur menyerupai hunian era Majapahit memperkuat karakter kawasan.
Kampung Majapahit Bejijong juga menyandang predikat sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Kedua status tersebut memperkuat posisi kawasan sebagai tujuan wisata yang mengandalkan kekayaan sejarah dan budaya.
Selain menikmati lanskap perkampungan, wisatawan dapat mengunjungi sentra kerajinan kuningan dan batik khas lokal. Akses menuju sejumlah situs bersejarah, seperti Candi Brahu dan Maha Vihara Majapahit, turut melengkapi pilihan aktivitas selama berada di kawasan tersebut.
Informasi mengenai daya tarik dan fasilitas Kampung Majapahit Bejijong tersebut sebagaimana diberitakan VIVA, Senin (31/8/2026).
Untuk menunjang kunjungan wisatawan, kawasan desa wisata itu dilengkapi area parkir, balai pertemuan, kafetaria, kamar mandi umum, kios suvenir, pusat kuliner, musala, serta sejumlah tempat dan ruang untuk berfoto. Jaringan Wi-Fi juga tersedia untuk mendukung kebutuhan pengunjung.
Pengalaman wisata di Bejijong dapat diperluas dengan mengikuti tur situs sejarah, melihat proses pembuatan kerajinan bersama perajin lokal, menikmati kuliner tradisional di rumah bergaya kuno, hingga menginap di homestay desa.
Dari Surabaya, lokasi tersebut berjarak sekitar 60 kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu hingga 1,5 jam melalui jalan tol. Wisatawan dari Malang dan Kediri juga dapat menuju kawasan tersebut menggunakan kendaraan pribadi, bus, atau transportasi umum hingga Stasiun Mojokerto.
Keberadaan berbagai pilihan aktivitas membuat Desa Bejijong tidak hanya mengandalkan peninggalan masa lalu sebagai objek kunjungan. Warisan sejarah dipadukan dengan kegiatan ekonomi kreatif dan aktivitas masyarakat sehingga dapat menjadi pengalaman wisata yang lebih lengkap bagi pengunjung.
Pengembangan tersebut sekaligus menempatkan masyarakat desa sebagai bagian dari pengalaman wisata. Kerajinan, kuliner, penginapan, dan potensi lokal lainnya menjadi unsur yang dapat memperpanjang aktivitas wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga setempat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara