KUNINGAN – Pendampingan digital yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University membantu 18 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memperluas pemanfaatan teknologi untuk pemasaran dan transaksi usaha. Program yang berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2026 itu menyasar kebutuhan digital pelaku usaha secara langsung.
Sebanyak 45 pelaku UMKM sebelumnya didata dan dipetakan di enam dusun Desa Puncak, yakni Ciwuni I, Ciwuni II, Karang Anyar, Pakembaran, Mulyaasih I, dan Mulyaasih II. Dari jumlah tersebut, 18 pelaku usaha dipilih untuk memperoleh pendampingan intensif berdasarkan kebutuhan dan kesiapan digital masing-masing.
Program tersebut dilaksanakan melalui tiga tahapan, mulai dari pemetaan kebutuhan, penerapan teknologi secara langsung, hingga pemantauan dan evaluasi. Pendekatan door-to-door diterapkan agar mahasiswa dapat mengidentifikasi kendala setiap pelaku usaha sekaligus memberikan solusi yang sesuai.
Pada tahap implementasi 20–21 Juli 2026, pendampingan mencakup optimalisasi Google Maps bagi 13 UMKM, aktivasi pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi satu UMKM, serta pembuatan media promosi untuk 15 UMKM.
Untuk kebutuhan promosi, lima UMKM mendapatkan banner toko, tujuh UMKM memperoleh video profil untuk media sosial, sedangkan tiga UMKM menerima keduanya. Selain itu, mahasiswa menyusun katalog produk digital bagi lima UMKM dan membantu empat pelaku usaha memperbarui desain label kemasan untuk meningkatkan daya tarik produk.
Program KKNT tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Asep Taryana. Ia menekankan pentingnya pendekatan personal karena kemampuan pelaku usaha dalam menggunakan teknologi tidak seragam.
“Setiap pelaku UMKM di tingkat desa memiliki latar belakang dan tingkat literasi teknologi yang beragam. Oleh karena itu, strategi pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan riil masing-masing pelaku usaha menjadi kunci efektivitas program. Kami berharap pendampingan ini membantu mereka memanfaatkan instrumen digital secara optimal dan berkelanjutan guna mendongkrak omzet penjualan.”
Sebagaimana diberitakan Goodnewsfromindonesia, Kamis, (27/08/2026), tahap pemantauan dan evaluasi dilakukan pada 3–6 Agustus 2026. Mahasiswa mengevaluasi pemanfaatan profil usaha di Google Maps dan penggunaan QRIS sekaligus membekali pelaku usaha agar mampu memperbarui informasi usahanya secara mandiri.
Pendampingan juga diarahkan untuk membangun kemandirian pelaku UMKM dalam mengelola identitas usaha di ruang digital. Pencantuman lokasi usaha pada peta digital dinilai membantu pelanggan menemukan gerai, sedangkan pembaruan kemasan dan media promosi diharapkan dapat meningkatkan perhatian konsumen.
Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat Desa Puncak tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi pelaku UMKM untuk mempertahankan keberlanjutan usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara