MALUKU – Delapan jembatan yang dibangun di Kabupaten Buru (Buru) dan Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Maluku, telah rampung dan memangkas waktu tempuh masyarakat antardesa dari sebelumnya dapat mencapai lima jam menjadi sekitar satu jam.
Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari Program Karya Bakti (Karbak) Skala Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) 2026. Program itu diarahkan untuk mengatasi keterbatasan transportasi sekaligus memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah kepulauan.
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XV/Pattimura Dody Triwinarto mengatakan seluruh jembatan telah selesai dan dirinya telah meninjau kondisi fisik infrastruktur tersebut, sebagaimana diberitakan Antara, Rabu, (26/08/2026).
“Kegiatan pembangunan jembatan ini merupakan program dari Presiden RI Bapak Prabowo Subianto melalui perintah Bapak KSAD. Alhamdulillah semuanya sudah selesai dan saya langsung melihat secara fisik,” kata dia.
Menurut Dody, pembangunan jembatan tersebut terutama ditujukan untuk mengatasi hambatan perjalanan warga dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Sebelum jembatan tersedia, perjalanan antarkawasan dapat memerlukan waktu hingga lima jam.
Kini, waktu perjalanan dapat dipangkas menjadi sekitar satu jam. Kondisi tersebut dinilai memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi, mengangkut hasil pertanian, mengakses pendidikan, serta memperoleh berbagai pelayanan.
“Dengan adanya jembatan ini, tentunya mobilitas masyarakat akan lebih mudah, termasuk untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan akses pendidikan,” ujarnya.
Delapan jembatan itu tersebar di Buru dan Bursel. Enam jembatan berada di Buru, yakni dua titik di Desa Waeleman serta masing-masing satu titik di Desa Waeflan, Wabloy, Kaki Air, dan Namlea Ilath. Dua jembatan lainnya berada di Bursel, masing-masing di Desa Hote dan Desa Wailikut.
Pembangunan melibatkan personel Komando Distrik Militer (Kodim) 1506/Namlea dan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 821/Satria Bupolo bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Pelaksanaan dilakukan melalui Satuan Tugas (Satgas) Karbak Skala Besar TNI AD 2026 yang dikomandoi Komandan Kodim (Dandim) 1506/Namlea.
Selain pembangunan jembatan, program tersebut mencakup rehabilitasi fasilitas sekolah, pembangunan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni, penyediaan sumur bor dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), perbaikan jalan, renovasi rumah ibadah, serta pelayanan kesehatan masyarakat.
Dody menilai infrastruktur dasar seperti jembatan memberikan dampak langsung bagi warga desa yang sebelumnya menghadapi kendala akses dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, masyarakat diminta turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga dan merawat jembatan ini serta menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Kalau ada kendala atau kerusakan, segera laporkan kepada aparat TNI setempat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat yang ikut mendukung pembangunan tersebut. Dengan beroperasinya delapan jembatan, konektivitas antardesa di Buru dan Bursel diharapkan semakin baik serta membuka peluang bagi peningkatan aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, dan akses pendidikan warga. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara