Kekeringan Jateng Meluas ke 24 Daerah, Air Bersih Dikirim

JAWA TENGAH – Kekeringan di Jawa Tengah (Jateng) telah berdampak pada sekitar 184.000 warga yang kesulitan memperoleh air bersih. Kondisi itu mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan 16 unit mobil tangki air dan 105 hidran umum untuk memperkuat distribusi air ke wilayah terdampak.

Dari seluruh sarana yang disiapkan, sembilan mobil tangki dan 12 hidran umum telah dimobilisasi ke sejumlah daerah. Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berdasarkan kebutuhan di lapangan, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (27/08/2026).

Mobil tangki yang digunakan memiliki kapasitas 4.000 liter per unit, sedangkan setiap hidran umum mampu menampung 2.000 liter. Dukungan mobil tangki telah disalurkan ke Kabupaten Jepara, Sragen, Tegal, Cilacap, Blora, Banjarnegara, dan Pekalongan. Kabupaten Tegal dan Banjarnegara masing-masing memperoleh dua unit mobil tangki.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan air menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan sekaligus mempertahankan produktivitas pertanian di tengah kondisi kekeringan.

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dukungan tersebut dimobilisasi melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jateng dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah. Sebanyak 12 hidran umum telah digunakan, yakni dua unit di Kabupaten Pemalang, delapan unit di Kabupaten Banjarnegara, dan dua unit di Kabupaten Cilacap.

Di Kabupaten Banjarnegara, distribusi air telah menjangkau 11 lokasi, termasuk Desa Jalatunda, Desa Wiramastra, Desa Linggasari, Desa Gemuruh, Desa Serang, Desa Kebutuhjurang, dan Desa Karanganyar. Penyaluran di wilayah tersebut tercatat mencapai 108.000 liter untuk 669 kepala keluarga (KK) atau sekitar 4.638 jiwa.

Meluasnya kekeringan membuat kebutuhan distribusi air bersih semakin besar. Berdasarkan data penanganan BPBPK Jateng pada Agustus, kondisi kekeringan telah meluas ke sedikitnya 24 kabupaten/kota dan berpotensi menjangkau hingga 32 daerah.

Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengarahkan sarana air bersih ke wilayah yang paling membutuhkan. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan air bagi masyarakat sekaligus memastikan kesiapan bantuan selama periode kekeringan masih berlangsung. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

802 Hektare Lahan Terbakar, Karhutla Ancam Kawasan Way Kambas

PDF đź“„LAMPUNG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di sekitar Taman …

Kejaksaan Perkuat Pengawasan Desa Bersama BPD di Kepri

PDF đź“„RIAU – Pengawasan pengelolaan keuangan desa di Kepulauan Riau (Kepri) diperkuat melalui kolaborasi program …

Said Abdullah Dorong NU Perkuat Peran untuk Umat dan Bangsa

PDF đź“„JAKARTA – Nahdlatul Ulama (NU) dinilai memiliki modal sosial dan intelektual yang dapat diperkuat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *