Puluhan Kades Belajar ke Cina, Farid Bawa Pulang Ilmu untuk Desa

TAPIN – Kepala Desa (Kades) Banua Halat Kiri, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin (Tapin), Farid Wajidi, membawa pulang sejumlah pembelajaran mengenai pengembangan potensi desa setelah mengikuti program pelatihan kader desa membangun di Cina. Pengalaman tersebut membuka peluang bagi Desa Banua Halat Kiri untuk mengadaptasi cara pengelolaan potensi lokal yang diterapkan desa-desa di negara tersebut.

Farid menjadi satu-satunya perwakilan dari Kalimantan dalam program yang diikuti 27 kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Kementerian Pertanian Cina dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Republik Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mengikuti seminar, tetapi juga melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah desa di Cina untuk melihat pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata. Sebagaimana diberitakan Banjarmasinpost, Kamis (27/08/2026), rangkaian pembelajaran tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung pengelolaan potensi lokal sebagai sumber penggerak ekonomi masyarakat.

“Alhamdulillah, Ulun mewakili Kalimantan, dari Tapin. Ini periode pertama kerja sama antara Kementerian Pertanian Tiongkok dengan Kementerian Desa,” ujar Farid, Rabu (26/8).

Rangkaian perjalanan dimulai dari Shanghai dan berlanjut ke Yunnan. Selama berada di sejumlah wilayah tersebut, rombongan mengikuti pembelajaran serta mengunjungi desa-desa yang dinilai berhasil mengembangkan keunggulan masing-masing.

Di antara lokasi yang dikunjungi terdapat desa yang dikenal sebagai desa terbaik, kawasan pertanian unggulan, perkebunan mawar, hingga tempat pengolahan tepung berbahan teratai. Peserta juga melihat pengelolaan sektor pariwisata yang mampu menjadikan potensi desa sebagai daya tarik bagi masyarakat.

“Pengalaman kami di sana sangat banyak. Kami melihat langsung bagaimana desa mengelola potensi yang ada sehingga bisa berkembang,” katanya.

Bagi Farid, kunjungan lapangan menjadi bagian penting dari program karena memberikan gambaran mengenai cara pemerintah dan masyarakat desa di Cina mengolah potensi lokal hingga memiliki nilai ekonomi. Pengetahuan tersebut dinilai dapat menjadi bahan pertimbangan untuk pengembangan Desa Banua Halat Kiri dengan menyesuaikannya terhadap kondisi setempat.

Peserta program disebut berasal dari kalangan yang telah dipilih dari kabupaten maupun provinsi masing-masing. Sebagian di antaranya juga merupakan pengurus organisasi pemerintahan desa di tingkat nasional dan daerah.

“Teman-teman yang berangkat merupakan orang-orang terpilih dari kabupaten atau provinsinya masing-masing,” ungkapnya.

Selama pelatihan, Farid mengatakan tidak menghadapi kendala berarti dalam mengikuti kegiatan. Tantangan yang paling terasa justru komunikasi karena jumlah penerjemah yang mendampingi puluhan peserta dari Indonesia terbatas.

Para peserta menerima materi dari berbagai narasumber, mulai dari akademisi, tenaga ahli, hingga unsur pemerintahan Cina. “Untuk narasumber kami di sana, paling rendah titelnya doktor. Ada juga pengajar dari Amerika, orang Cina, dosen-dosen kampus di Cina dan tenaga ahli dari pemerintahan,” jelasnya.

Selain materi pelatihan, perbedaan kondisi lingkungan dan kebiasaan sehari-hari juga menjadi pengalaman bagi Farid. Saat berada di Yunnan yang merupakan kawasan pegunungan, ia harus beradaptasi dengan suhu dingin.

“Di kota kedua, Yunnan itu dingin. Daerah pegunungan. Sampai kadang bibir pecah-pecah dan berdarah karena dingin, walaupun siang,” katanya.

Perbedaan makanan juga dirasakan selama perjalanan. Hidangan yang tersedia disebut berbeda dengan kebiasaan makan di Indonesia, termasuk soal nasi yang bukan menjadi makanan pokok utama masyarakat di wilayah yang dikunjungi.

Meski demikian, perjalanan tersebut tidak semata-mata menjadi pengalaman ke luar negeri. Pembelajaran mengenai pengelolaan pertanian, perkebunan, dan pariwisata di desa-desa Cina menjadi bekal bagi Farid untuk melihat kembali potensi Desa Banua Halat Kiri dan mencari bentuk pengembangan yang sesuai dengan karakter masyarakat setempat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Said Abdullah Dorong NU Perkuat Peran untuk Umat dan Bangsa

PDF 📄JAKARTA – Nahdlatul Ulama (NU) dinilai memiliki modal sosial dan intelektual yang dapat diperkuat …

Prabowo Minta BRIN Kembangkan Teknologi Desalinasi untuk Desa

PDF 📄NUSA TENGGARA TIMUR – Keterbatasan air bersih di wilayah kepulauan pascabencana mendorong pemerintah mencari …

Pertamina Tembus Pelosok Manggarai Timur Antar Bantuan Pascagempa

PDF 📄NUSA TENGGARA TIMUR – Bantuan Pertamina Tembus Permukiman Terpencil Pascagempa di Manggarai Timur Akses …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *