13 KDMP di Tana Tidung Masih Dikerjakan, Ini Kendalanya

TANA TIDUNG – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Tana Tidung memasuki tahap berbeda di masing-masing lokasi. Dari 18 unit yang direncanakan, lima unit telah rampung, sedangkan 13 lainnya masih dalam proses pembangunan karena menghadapi keterbatasan tenaga ahli.

Kelima KDMP yang telah selesai berada di Desa Sesayap Selor, Tideng Pale, Sebawang, Sebidai, dan Buong Baru. Pembangunan sejumlah unit lainnya masih dikebut oleh personel Komando Distrik Militer (Kodim) 0914/Tana Tidung dengan dukungan tenaga tambahan yang memiliki keterampilan pengelasan.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0914/Tana Tidung mengatakan keterbatasan tenaga ahli menjadi salah satu kendala dalam mempercepat pembangunan. Kebutuhan tersebut terutama berkaitan dengan pengerjaan rangka atap baja.

“Kita memang dari 18 saat ini sudah terbangun lima Kopdes Merah Putih di Desa Sesayap Selor, Tideng Pale, Sebawang, Sebidai dan Buong Baru,” ujar Dandim kepada TribunKaltara.com, Senin (17/8/2026), sebagaimana diberitakan Tribun Kaltara, Senin (17/08/2026).

Menurutnya, sebelumnya hanya tersedia sekitar enam pekerja yang harus dibagi menjadi dua tim untuk menangani pembangunan di sejumlah lokasi. Kondisi tersebut membuat pengerjaan tidak dapat dilakukan secara bersamaan dalam skala optimal.

Keterbatasan itu mulai teratasi setelah sejumlah prajurit batalion yang memiliki kemampuan mengelas dilibatkan dalam proses pembangunan.

“Kemarin itu hanya ada enam orang, itu pun terbagi dua tim. Setelah ada prajurit batalyon di sini, kita tanya berapa orang yang bisa las. Kebetulan ada kurang lebih lima orang,” jelasnya.

Tambahan lima personel tersebut kemudian memperkuat tim pengelasan sehingga proses pembangunan KDMP di sejumlah desa dapat terus berjalan. Dukungan tenaga terampil ini diharapkan mampu mengurangi hambatan teknis selama pengerjaan konstruksi.

Sementara itu, lima bangunan yang telah selesai belum langsung beroperasi karena masih menunggu pengadaan sarana dan prasarana dari pemerintah pusat. Fasilitas yang akan didatangkan antara lain rak dan etalase, pendingin ruangan (air conditioner/AC), serta kendaraan operasional berupa truk, mobil pikap, dan kendaraan roda tiga.

“Untuk yang sudah jadi itu nanti tinggal menunggu sarana prasarana datang dari pusat,” katanya.

Seluruh fasilitas tersebut nantinya menjadi inventaris koperasi dan digunakan untuk menunjang kegiatan operasional KDMP di masing-masing desa. Pengelolaan inventaris akan menjadi bagian dari tanggung jawab pengurus koperasi bersama pemerintah desa setempat.

“Yang nantinya akan menjadi inventaris dari koperasi tersebut dan dipertanggungjawabkan oleh ketua koperasi dan juga kepala desa setempat,” pungkasnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Dari Kopi hingga Pelatihan, Desa Nglarangan Didorong Naik Kelas

PDF 📄Desa Nglarangan mendapat 13 program pemberdayaan yang menyasar penguatan usaha warga, pendidikan, keterampilan, serta …

Desa di Paser Diminta Perkuat Pembinaan Al-Qur’an

PDF 📄Tiap desa di Paser diharapkan memiliki Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang representatif dan mendapat …

Warga Desa Gamlamo Masih Menunggu Tuntasnya Perbaikan Rumah

PDF 📄Sebanyak 16 rumah warga Desa Gamlamo mengalami kerusakan parah akibat banjir, tetapi pemulihan belum …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *