ACEH – Upaya pencegahan stunting di Desa Kuta Batu, Kecamatan Simpang Kanan, diperkuat melalui kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang rutin digelar setiap bulan. Selain memantau pertumbuhan bayi dan balita, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi orang tua untuk memperoleh edukasi mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi anak.
Penguatan Posyandu dilakukan dengan melibatkan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kuta Batu, bidan desa, kader Posyandu, serta masyarakat. Salah satu kegiatan yang diberikan ialah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Penjabat (Pj.) Ketua PKK Desa Kuta Batu Ainun Mardiyah mengatakan pelayanan Posyandu perlu dijaga konsistensinya karena pemantauan pertumbuhan anak sejak dini dapat membantu keluarga mengetahui perkembangan kesehatan dan kebutuhan gizi anak.
“Kegiatan rutin Posyandu memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mendapatkan informasi mengenai pertumbuhan anak, pola asuh, kebutuhan gizi, serta pentingnya melakukan pemantauan secara berkala. Dengan adanya keterlibatan kader, bidan desa, PKK, dan masyarakat, diharapkan berbagai upaya pencegahan masalah gizi pada anak dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkesinambungan,” ujar Ainun, sebagaimana diberitakan Bidik Nasional, Sabtu, (15/08/2026).
Menurut Ainun, dukungan terhadap Posyandu juga diwujudkan melalui pemberian PMT secara berkala. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan perhatian keluarga terhadap asupan makanan dan perkembangan anak.
“Sebagai Pj. PKK Kuta Batu bersama bidan desa dan ibu-ibu kader, kami berupaya mendukung upaya pencegahan stunting dengan pemberian PMT setiap bulan. Kami berharap melalui kegiatan Posyandu yang rutin, perhatian terhadap pertumbuhan dan kebutuhan gizi anak semakin meningkat,” jelas Ainun.
Ia menilai pencegahan stunting tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah desa maupun tenaga kesehatan. Orang tua dan keluarga juga memiliki peran penting dalam memastikan anak memperoleh makanan bergizi, pola asuh yang baik, serta pemantauan pertumbuhan secara rutin.
Keberadaan Posyandu, lanjutnya, tidak sebatas pelayanan kesehatan bulanan, tetapi menjadi ruang kolaborasi masyarakat untuk menjaga tumbuh kembang anak. Keterlibatan kader, bidan desa, PKK, dan keluarga diharapkan membuat upaya pencegahan masalah gizi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Harapan kami, anak-anak Desa Kuta Batu dapat tumbuh sehat, memiliki gizi yang baik, dan berkembang secara optimal. Karena itu, kegiatan Posyandu harus terus kita dukung bersama,” lanjutnya.
Dengan mempertahankan pelayanan Posyandu, pemantauan pertumbuhan, pemberian PMT, serta edukasi kepada keluarga, Desa Kuta Batu diharapkan mampu memperkuat upaya peningkatan kesehatan dan gizi anak. Kolaborasi seluruh unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan anak mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara