MOSKOW – Seruan untuk mengakhiri kekerasan dan mengutamakan jalur diplomasi kembali disampaikan Paus Leo XIV di tengah berlanjutnya konflik Ukraina. Dalam pesannya pada Minggu (9/8), Paus Leo menekankan bahwa penyelesaian konflik perlu diarahkan pada dialog dan penghormatan terhadap hukum internasional.
“Perang hanya melahirkan lebih banyak perang dan menyebabkan penderitaan yang luar biasa. Sudah waktunya menghentikan lingkaran kekerasan dan membuka ruang bagi diplomasi serta dialog untuk membuka jalan menuju perdamaian,” kata Paus Leo, sebagaimana diberitakan Antara, Senin, (10/08/2026).
Paus Leo juga menyampaikan solidaritas kepada keluarga korban serta warga yang mengalami luka dan penderitaan akibat konflik yang masih berlangsung di Ukraina.
“Saya bersama keluarga para korban, mereka yang terluka, dan semua orang yang menderita akibat konflik yang masih berlangsung,” ucap Paus Leo.
Seruan tersebut disampaikan ketika serangkaian serangan menggunakan pesawat nirawak atau unmanned aerial vehicle (UAV) dilaporkan menyasar kendaraan sipil di wilayah yang terdampak konflik.
Pada Jumat, sebuah UAV Ukraina dilaporkan menyerang sebuah bus sipil di Donetsk. Serangan itu menghantam bagian mesin kendaraan dan menyebabkan bus mengalami kerusakan serta seorang warga terluka.
Sehari sebelumnya, serangan UAV juga dilaporkan terjadi di Desa Dolyna, Distrik Munisipal Tokmak, Wilayah Zaporozhye atau Zaporizhia. Sebuah bus diserang ketika penumpang sedang turun di halte.
Dalam insiden tersebut, enam orang, terdiri atas empat pria dan dua perempuan, dilaporkan mengalami luka.
Rangkaian serangan terhadap kendaraan sipil tersebut menambah perhatian terhadap dampak konflik terhadap masyarakat. Seruan Paus Leo agar diplomasi dan dialog kembali mendapat ruang diharapkan dapat mendorong upaya menuju penghentian kekerasan dan terciptanya perdamaian. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara