Pantai Teluk Kembali Tercemar, DLH Akui Sampah Terus Berdatangan

PANDEGLANG – Tumpukan sampah plastik yang kembali memenuhi bibir Pantai Teluk di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang dikeluhkan wisatawan karena dinilai mengurangi kenyamanan menikmati kawasan wisata kuliner Pantai Batako. Kondisi tersebut terjadi setelah kiriman sampah dari laut kembali menumpuk akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi, sementara penanganan membutuhkan alat berat serta armada pengangkut.

Sampah yang mendominasi kawasan pantai merupakan limbah rumah tangga berbahan plastik. Meski pembersihan telah beberapa kali dilakukan, volume sampah yang besar membuat penanganannya belum optimal.

Salah seorang wisatawan asal Kabupaten Serang, Naseh Alfani, mengaku kecewa melihat kondisi pantai saat berkunjung bersama rekan-rekan alumninya untuk menggelar reuni.

“Kalau hidangannya enak karena memang seafood makanan favorit saya. Tapi sayang tempatnya banyak sampah.”

Menurutnya, keberadaan sampah di sepanjang garis pantai mengurangi kenyamanan pengunjung ketika menikmati hidangan.

“Mengganggu rasa nikmat kita saat makan. Jadi kebersihannya perlu dijaga.”

Ia menilai kebersihan menjadi faktor penting bagi keberlangsungan destinasi wisata.

“Sebab setiap wisatawan ingin menikmati liburan dengan nyaman. Oleh-oleh yang dibawa pulang bukan hanya barang, tetapi juga pengalaman menyenangkan, makanan yang enak, dan lingkungan yang bersih,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Radar Banten, Selasa (04/08/2026).

Di sisi lain, pengelola warung lesehan di kawasan Wisata Kuliner Pantai Batako, Otoy, mengatakan pelaku usaha rutin melaksanakan kegiatan kebersihan lingkungan melalui program Salasih setiap pekan.

“Area lingkungan warung sudah kami bersihkan secara rutin setiap pekan melalui kegiatan Salasih,” katanya.

Namun, ia menegaskan tumpukan sampah di bibir pantai tidak dapat diatasi secara mandiri karena volumenya sangat besar.

“Permasalahan sampah di tepi pantai membutuhkan bantuan alat berat dan dump truck. Penanganannya harus serius dan berkelanjutan, bukan hanya kegiatan seremonial,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang, Rahmat Zultika, menyampaikan pihaknya telah berulang kali melakukan aksi pembersihan. Namun, kiriman sampah dari laut terus kembali memenuhi kawasan pantai hanya dalam beberapa hari.

“Sudah berulang kali kami melaksanakan bersih-bersih sampah. Namun, dalam hitungan beberapa hari saja sampah dari laut kembali menumpuk,” katanya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Dari Desa Sebulu Ulu, Kasus Dugaan Keracunan MBG Masuk Tahap Pemeriksaan

PDF đź“„KUTAI KARTANEGARA – Puluhan siswa di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, …

Energi Alternatif dari Sampah Menanti Kepastian Hukum di Kendal

PDF đź“„KENDAL – Inovasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif bernama Petasol di Desa Margorejo, …

Potensi Desa Digarap Serius, Lahan BUMDes Limau Manis Hasilkan Panen Jagung

PDF đź“„INDRAGIRI HILIR – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mianggul Gemilang Desa Limau Manis, Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *