BUMDes Maju Sejahtera Buktikan Wisata Desa Bisa Angkat Ekonomi Warga

KENDAL – Pengelolaan potensi alam melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Sejahtera di Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berhasil mengubah kawasan yang sebelumnya hanya berupa lahan kosong menjadi destinasi wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Wisata Kali Kesek kini tidak hanya menjadi tempat rekreasi berbasis panorama alam, tetapi juga menjadi sumber pendapatan desa serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan warga melalui berbagai kegiatan ekonomi. Salah satu manfaat langsung yang dirasakan masyarakat yakni pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) hingga Rp1 juta kepada keluarga penerima.

Pengembangan wisata tersebut dilakukan secara bertahap sejak 2022 setelah Pemerintah Desa Sriwulan melihat peluang dari tingginya minat masyarakat terhadap kawasan yang awalnya hanya dimanfaatkan sebagai lokasi terapi ikan.

Kepala Desa Sriwulan Sulistyo mengatakan, peningkatan jumlah pengunjung menjadi alasan pemerintah desa bersama BUMDes mengembangkan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata yang lebih tertata.

“Awalnya hanya terapi ikan. Ternyata banyak masyarakat datang karena penasaran. Seiring waktu pengunjung semakin ramai, sehingga kami memutuskan untuk mengembangkannya menjadi objek wisata,” ujar Sulistyo saat konferensi pers bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) di kawasan Kali Kesek, Jumat (31/7/2026), sebagaimana dilansir Suara Merdeka, Senin, (03/08/2026).

Sulistyo menjelaskan, pengelolaan wisata kemudian dipercayakan kepada BUMDes Maju Sejahtera agar berjalan lebih profesional. Berbagai fasilitas ditambahkan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, termasuk penyediaan penginapan atau homestay bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pedesaan lebih lama.

“Konsep pengembangan wisata terus kami lakukan dengan inovasi dan melengkapi fasilitas agar pelayanan kepada wisatawan semakin baik,” katanya.

Selain memberikan dampak terhadap sektor pariwisata, keberadaan Kali Kesek juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan desa. Hingga pertengahan 2026, pendapatan kotor dari pengelolaan kawasan wisata tersebut telah mencapai lebih dari Rp4 miliar.

Direktur BUMDes Maju Sejahtera Moh Aminatur Rohman menyampaikan, capaian tersebut merupakan akumulasi pemasukan sejak Januari hingga Juni 2026. Meski masih berupa pendapatan kotor, angka tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi yang terus berkembang melalui sektor wisata desa.

“Alhamdulillah, pemasukan dari Januari hingga sekarang sudah lebih dari Rp4 miliar. Namun, angka itu masih pendapatan kotor,” ungkapnya.

Menurut pengelola, keberhasilan Kali Kesek menjadi bukti bahwa aset desa dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi baru apabila dikelola dengan strategi yang tepat. Pemerintah desa bersama BUMDes juga terus menyiapkan pengembangan kawasan melalui penambahan fasilitas wisata dan peningkatan layanan bagi pengunjung.

Ke depan, pengembangan destinasi tersebut diharapkan mampu memperluas lapangan kerja, memperkuat pendapatan masyarakat, serta menjadikan Desa Sriwulan sebagai salah satu contoh pengelolaan wisata berbasis potensi lokal. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

BUMDes Tenjoayu Raup Rp30 Juta dari Panen Perdana Melon Premium

PDF 📄SUKABUMI – Budidaya melon premium yang dikembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tenjoayu Sukses …

Zimbabwe Bangun Irigasi di 35.000 Desa untuk Cegah Krisis Pangan

PDF 📄MUTOKO – Pemerintah Zimbabwe menempatkan desa sebagai pusat penguatan ketahanan pangan melalui rencana pembangunan …

Menjelajahi Posobice, Dusun Bersejarah di Kaki Pegunungan Å umava

PDF 📄Posobice di kaki Pegunungan Å umava, Republik Ceko, menyimpan catatan sejarah sejak 1334 dengan daya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *