SUKOHARJO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo memprediksi wilayah terdampak kekeringan akan terus bertambah selama musim kemarau 2026. Saat ini, sebanyak tiga desa di tiga kecamatan telah mengalami krisis air bersih dengan total 376 kepala keluarga (KK) atau 1.179 jiwa terdampak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengatakan kondisi yang terjadi saat ini baru merupakan awal musim kemarau. Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, puncak kekeringan diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
“Kalau prediksi tentu akan bertambah, karena ini baru awal musim kemarau. Biasanya puncaknya terjadi pada Agustus sampai September,” katanya, Rabu (22/7/2026).
BPBD Sukoharjo mencatat desa yang telah mengalami krisis air bersih meliputi Desa Kedungjambal di Kecamatan Tawangsari, Desa Kunden di Kecamatan Bulu, dan Desa Weru di Kecamatan Weru. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD telah menyalurkan sekitar 340 ribu liter air bersih atau setara 68 tangki.
“Per 21 Juli 2026, yang terdampak masih tiga desa di tiga kecamatan, dengan total sekitar 376 KK atau 1.179 jiwa. Air bersih yang sudah kami distribusikan sekitar 340 ribu liter atau sebanyak 68 tangki,” ujarnya.
Menurut Ariyanto, distribusi air bersih disesuaikan dengan kondisi sumber air di setiap wilayah. Desa yang sumurnya telah mengering memperoleh pasokan setiap hari, sedangkan wilayah yang masih memiliki cadangan air mendapat distribusi setiap satu hingga dua hari.
“Distribusinya menyesuaikan kondisi sumur warga. Ada yang harus dikirim setiap hari, ada juga yang masih bisa menunggu satu atau dua hari tergantung ketersediaan air di sumur mereka,” jelasnya.
Selain terus menyiapkan armada dan cadangan air bersih, BPBD Sukoharjo mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung sekitar empat bulan. Informasi tersebut sebagaimana diberitakan Tribun Solo, Kamis (23/07/2026). Upaya tersebut diharapkan mampu meminimalkan dampak kekeringan apabila jumlah desa terdampak terus bertambah dalam beberapa pekan mendatang. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara