FLORES TIMUR – Warga Terdampak Konflik Desa Narasaosina-Waiburak Mengungsi ke Rumah Keluarga Puluhan warga terdampak konflik antara Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), memilih mengungsi ke rumah keluarga terdekat setelah bentrokan antarwarga kembali terjadi. Pemerintah daerah kini melakukan pendataan korban sekaligus menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Camat Adonara Timur Ismail Daton Ban mengatakan warga tidak ditempatkan di lokasi pengungsian khusus karena sebagian besar korban masih memiliki hubungan keluarga dengan warga di wilayah sekitar. Kondisi tersebut membuat masyarakat lebih memilih mencari perlindungan sementara di rumah kerabat masing-masing.
“Mereka lebih memilih rumah-rumah keluarga itu (untuk mengungsi), karena di dusun itu kan rata-rata hampir keluarga semua. Jadi mereka lebih pada rumah-rumah keluarga,” kata Ismail sebagaimana diberitakan Kompas, Selasa (21/07/2026).
Ismail menjelaskan, pemerintah masih melakukan pendataan jumlah warga yang mengungsi serta dampak kerusakan akibat konflik. Data lengkap terkait kondisi warga di Dusun Bele diperkirakan selesai dihimpun pada Rabu (22/07/2026).
“Untuk data pastinya yang khusus untuk di Dusun Bele itu besok baru ada, karena kami sementara sibuk urusannya. Jadi pendataan yang pastinya besok,” ujarnya.
Selain jumlah pengungsi, pemerintah juga masih melakukan verifikasi terhadap kerusakan bangunan akibat bentrokan. Berdasarkan informasi yang beredar, sekitar 20 rumah mengalami kerusakan setelah konflik antara kedua wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Pemkab Flotim) bersama pemerintah kecamatan terus melakukan upaya penanganan dan mediasi agar situasi kembali kondusif. Meski kondisi di lapangan belum sepenuhnya stabil, bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Dinas Sosial telah mulai disalurkan kepada masyarakat terdampak.
“Karena kondisinya masih agak-agak panas sehingga pemerintah daerah sudah menyambangi dan memberikan bantuan. Bantuan dari Kementerian Sosial lewat Dinas Sosial sudah didistribusikan,” katanya.
Ismail juga mengingatkan dampak konflik tidak hanya dirasakan oleh warga dewasa, tetapi juga anak-anak yang aktivitas sekolahnya terganggu. Ia berharap kedua pihak dapat segera menghentikan perselisihan agar tidak meninggalkan trauma maupun kebencian bagi generasi berikutnya.
“Hentikan sudah konflik ini. Imbasnya kasihan juga di bidang sekolah-sekolah. Anak-anak kasihan. Jangan sampai kita mewarisi kebencian ini kepada generasi mendatang. Yang kita harapkan adalah mewarisi semangat persaudaraan dan kedamaian,” ujarnya.
Sebelumnya, bentrokan antara warga Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, terjadi pada Sabtu (18/07/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, serta sekitar 20 rumah dilaporkan terbakar. Pemerintah berharap proses mediasi dan pendekatan kekeluargaan dapat segera memulihkan keamanan serta hubungan sosial masyarakat di wilayah tersebut. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara