KALIMANTAN TIMUR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mengoptimalkan peran Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) sebagai pusat pengembangan inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk memperkuat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi desa. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus memperluas pemanfaatan potensi lokal berbasis teknologi.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XII Tingkat Provinsi Kaltim di Taman Budaya Sendawar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Selasa (21/7/2026). Sambutan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dibacakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim Siti Sugiyanti.
Siti menegaskan pembangunan desa tidak lagi hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus didukung inovasi teknologi yang mampu mengembangkan potensi ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Penerapan teknologi yang tepat dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kerajinan, maupun usaha mikro sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi desa,” ujarnya.
Ia menjelaskan Pemprov Kaltim terus melakukan pembinaan terhadap pengembangan TTG melalui kegiatan pemantauan, evaluasi, dan pemberian penghargaan kepada pelaku TTG maupun Posyantek di berbagai daerah, sebagaimana diberitakan RRI, Selasa (21/07/2026).
Menurutnya, Posyantek memiliki fungsi strategis sebagai pusat layanan teknologi di tingkat desa dan kelurahan. Selain menjadi sarana penyebarluasan informasi, Posyantek juga diharapkan berkembang menjadi pusat konsultasi, pendampingan masyarakat, inkubator inovasi, serta penghubung antara hasil karya inovator dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Siti berharap setiap Posyantek memiliki program kerja yang berkelanjutan serta mampu mendukung pengembangan hingga pemasaran hasil inovasi agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa.
Ia juga menegaskan seluruh inovasi yang lahir melalui Gelar TTG tidak boleh berhenti sebagai karya pameran atau perlombaan. Inovasi harus diterapkan secara nyata, diproduksi secara berkelanjutan, dan dikembangkan menjadi produk unggulan yang mampu membuka peluang usaha baru.
Pemprov Kaltim turut mengajak pemerintah daerah, akademisi, inovator, pelaku usaha, dan masyarakat memperkuat kolaborasi agar teknologi yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap karya-karya terbaik dari Kalimantan Timur mampu bersaing di tingkat nasional, bahkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan teknologi yang berpihak kepada kebutuhan masyarakat,” katanya.
Gelar TTG XII Tingkat Provinsi Kaltim di Kubar diikuti delegasi dari sembilan kabupaten dan kota serta menghadirkan 22 inovator. Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan mempercepat penerapan inovasi teknologi untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan di Kaltim. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara