Puskesmas Nguter Perkuat Deteksi Dini TB dan Pertahankan Capaian Stunting

SUKOHARJO – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nguter akan melakukan pelacakan (tracing) kasus tuberkulosis (tuberculosis/TB) pada akhir Juli atau awal Agustus 2026 sebagai langkah memutus rantai penularan penyakit sekaligus mendukung target eliminasi TB nasional. Kegiatan tersebut menyasar warga yang memiliki risiko tinggi, termasuk keluarga pasien dan kelompok rentan di wilayah Kecamatan Nguter.

Kepala Puskesmas Nguter, Nunik Kurniawati, mengatakan sasaran tracing meliputi anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TB, warga yang mengalami batuk lebih dari dua pekan, anak-anak, lanjut usia (lansia), serta Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Kegiatan tracing TB direncanakan dilakukan pada akhir Juli atau awal Agustus. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penularan dan mempercepat target eliminiasi TB di Indonesia,” katanya sebagaimana diberitakan Solopos, Senin (20/07/2026).

Menurut Nunik, petugas kesehatan akan mendatangi rumah pasien dan kontak erat untuk melakukan skrining awal. Selain itu, sampel dahak akan diambil dan diperiksa di laboratorium guna memastikan ada atau tidaknya infeksi bakteri penyebab TB.

Selain mempersiapkan program tracing, Puskesmas Nguter menyampaikan bahwa penanganan stunting di wilayahnya secara umum telah mencapai target. Capaian tersebut didukung keterlibatan kader posyandu dan kader kesehatan yang tersebar di 16 desa di Kecamatan Nguter.

“Penanggulangan stunting melibatkan para kader posyandu dan kader kesehatan yang tersebar di 16 desa di Nguter. Secara umum, penanggulangan stunting di Nguter telah mencapai target,” ujarnya.

Informasi tersebut disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik Puskesmas Nguter yang dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para kepala desa, organisasi kemasyarakatan, serta pemangku kepentingan sektor kesehatan. Forum tersebut dimanfaatkan untuk menghimpun saran, kritik, dan masukan sebagai bahan evaluasi peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

“Kami ingin menyerap saran dan masukan, bahkan kritik yang membangun demi peningkatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Ini penting sebagai bagian evaluasi standar pelayanan kesehatan di Puskesmas Nguter,” paparnya.

Sementara itu, Camat Nguter, Sukatman, menilai forum konsultasi publik menjadi ruang komunikasi antara penyelenggara layanan dan masyarakat sekaligus sarana pengawasan terhadap kualitas pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan.

“Ini juga bagian dari controlling atau pengawasan terhadap kualitas pelayanan kesehatan puskesmas. Jika ada layanan atau program yang belum terealisasi, perwakilan masyarakat bisa menyampaikan saran atau masukan,” katanya.

Melalui pelaksanaan tracing TB dan penguatan partisipasi masyarakat dalam forum konsultasi publik, Puskesmas Nguter berharap upaya pencegahan penularan penyakit serta peningkatan kualitas layanan kesehatan di wilayah Kecamatan Nguter dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

PAMA Targetkan Penurunan Stunting 10 Persen Lewat Pemberdayaan Posyandu

PDF 📄JAKARTA – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di wilayah binaannya …

Krisis Air Bersih Bertambah, Karawang Catat 2.585 KK Terdampak

PDF 📄KARAWANG – Krisis air bersih akibat musim kemarau semakin meluas di Kabupaten Karawang (Karawang), …

Mahasiswa KKN Ditantang Ciptakan Program Berdampak bagi Desa

PDF 📄BONDOWOSO – Mahasiswa Universitas Bondowoso didorong menjadi penggerak transformasi digital di desa melalui program …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *