Mahasiswa KKN Ditantang Ciptakan Program Berdampak bagi Desa

BONDOWOSO – Mahasiswa Universitas Bondowoso didorong menjadi penggerak transformasi digital di desa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025/2026 Semester Genap. Sebelum diterjunkan ke Kecamatan Tlogosari, peserta memperoleh pembekalan agar mampu merancang program berbasis kebutuhan masyarakat yang berkelanjutan sekaligus mendukung pembangunan desa.

Pembekalan tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bondowoso di Ruang Pekerti, Senin (20/07/2026). Mengusung tema Pemberdayaan Potensi Desa Berbasis Digital untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Tlogosari, kegiatan ini menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi sebagai sarana pemberdayaan masyarakat desa, bukan sekadar mengikuti perkembangan digitalisasi.

Rektor Universitas Bondowoso, Samsul Arifin, mengatakan mahasiswa harus mampu menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjaga etika selama menjalankan pengabdian.

“Kuliah Kerja Nyata merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa Universitas Bondowoso diharapkan mampu menghadirkan program-program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Kecamatan Tlogosari. Selain itu, jagalah etika, akhlak, dan nama baik almamater selama berinteraksi dengan masyarakat, karena keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program, tetapi juga dari keteladanan sikap dan integritas mahasiswa,” ujar Samsul Arifin sebagaimana diberitakan Radar96, Selasa (21/07/2026).

Ia menilai mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menyusun solusi atas berbagai persoalan desa serta membangun budaya kolaborasi dan kepedulian sosial.

Ketua LPPM Universitas Bondowoso, Mohammad Haris Taufiqur Rahman, menegaskan setiap program kerja harus diawali dengan pemetaan kebutuhan masyarakat sehingga hasilnya dapat terus dirasakan setelah masa KKN berakhir.

“Program kerja KKN harus dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, berorientasi pada solusi, serta memiliki keberlanjutan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian. KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi ruang implementasi ilmu pengetahuan yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dan memperkuat pembangunan desa secara berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, fokus KKN tahun ini meliputi digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pendampingan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, pengembangan administrasi desa berbasis elektronik (e-government), peningkatan literasi digital, hingga pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Dosen Pembimbing Lapangan, Yuda Yulianto, juga mengingatkan pentingnya kemampuan mahasiswa beradaptasi dengan budaya masyarakat agar seluruh program dapat berjalan secara partisipatif.

“Mahasiswa harus menjunjung tinggi tata krama, menghormati nilai-nilai sosial dan budaya setempat, serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Kehadiran mahasiswa hendaknya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehingga pelaksanaan program dapat berjalan secara partisipatif dan memperoleh dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.

Selain memperkuat transformasi digital desa, Universitas Bondowoso mengintegrasikan Program Mahasiswa Peduli Stunting (Mahasiswa Penting) dalam pelaksanaan KKN sebagai tindak lanjut kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Mahasiswa akan melaksanakan edukasi kesehatan, pendampingan posyandu, peningkatan gizi keluarga, pendampingan bagi ibu hamil dan balita, serta pemberdayaan masyarakat berbasis data untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak tingkat desa.

Universitas Bondowoso berharap seluruh peserta KKN mampu meninggalkan inovasi, pengetahuan, dan dampak berkelanjutan bagi masyarakat sehingga pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat dirasakan secara nyata di desa. []

Redaksi02 | Nadiya

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

PAMA Targetkan Penurunan Stunting 10 Persen Lewat Pemberdayaan Posyandu

PDF đź“„JAKARTA – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di wilayah binaannya …

Krisis Air Bersih Bertambah, Karawang Catat 2.585 KK Terdampak

PDF đź“„KARAWANG – Krisis air bersih akibat musim kemarau semakin meluas di Kabupaten Karawang (Karawang), …

Puskesmas Nguter Perkuat Deteksi Dini TB dan Pertahankan Capaian Stunting

PDF đź“„SUKOHARJO – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nguter akan melakukan pelacakan (tracing) kasus tuberkulosis (tuberculosis/TB) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *