POLMAN – Kebakaran lahan seluas sekitar lima hektare di Pulau Battoa, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), berhasil dikendalikan aparat gabungan setelah melakukan pemadaman hingga larut malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kebakaran bermula pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 13.45 WITA di kawasan perbukitan Dusun Kapejang. Api kemudian merambat ke Dusun Lendang yang dipenuhi semak belukar, bambu, dan rumput ilalang kering hingga menjalar ke sejumlah lahan perkebunan warga yang ditanami ubi dan pohon pisang.
Memasuki hari kedua, Minggu (19/7/2026), personel gabungan dari Satuan Samapta (Sat Samapta) Kepolisian Resor (Polres) Polman, Kepolisian Sektor (Polsek) Binuang, Kompi IV Batalyon A Pelopor Satuan Brigade Mobil (Sat Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat (Sulbar), Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Tonyaman, serta masyarakat bergerak memadamkan sisa api agar tidak meluas ke area perkebunan.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Binuang, Rahman, mengatakan sinergi aparat dan masyarakat menjadi faktor utama dalam mengendalikan kebakaran tersebut.
“Kami bersama personel Sat Samapta Polres Polman, personel Kompi IV Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Sulbar, Babinsa, dan masyarakat bergerak cepat melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas ke lahan perkebunan warga. Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan dan situasi tetap aman serta terkendali. Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada selama musim kemarau, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan titik api,” ujar Rahman, sebagaimana diberitakan Radar Sulbar, Selasa (21/07/2026).
Setelah upaya pemadaman selama beberapa jam menggunakan peralatan seadanya, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.45 WITA. Meski demikian, petugas bersama masyarakat masih melakukan pemantauan karena masih terdapat sejumlah titik bara yang berpotensi kembali menyala.
Komandan Kompi (Danki) IV Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Sulbar, Ilham, menegaskan kehadiran personel Brimob merupakan bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dan keadaan darurat.
“Kami terus berkomitmen untuk memberikan respons cepat terhadap setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat dan lingkungan. Sinergi bersama tim gabungan menjadi kunci dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar dampaknya dapat diminimalisir,” ujar Ilham.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih diselidiki. Kepolisian bersama personel gabungan juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan. []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara