Pertanian Melon Berteknologi di Tegalombo Jadi Percontohan Baru Pati

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menjadikan pertanian melon modern di Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, sebagai percontohan pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi untuk meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, serta memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Pengembangan pertanian hortikultura tersebut dilakukan Kelompok Tani Istana Tani dengan memanfaatkan lahan sekitar 161 hektare. Sistem budidaya yang diterapkan menggunakan sejumlah teknologi pertanian modern dan dinilai mampu menghasilkan panen hingga lima kali dalam setahun.

Keberhasilan tersebut mendorong Pemkab Pati untuk memperluas penerapan konsep pertanian modern ke wilayah lain. Pemerintah daerah menilai model yang diterapkan di Tegalombo dapat menjadi contoh pengelolaan pertanian yang lebih efektif dan berdaya saing.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan kolaborasi dengan Kelompok Tani Istana Tani menjadi langkah awal dalam membangun pertanian yang lebih maju di tingkat desa.

“Bersama Kelompok Tani Istana Tani, kita bisa memulai dari Desa Tegalombo untuk menciptakan pertanian modern, pertanian yang maju. Semoga bisa mewujudkan perekonomian yang lebih baik di Desa Tegalombo,” ujar Chandra sebagaimana diberitakan Suara Merdeka, Senin (20/07/2026).

Chandra menyebut penggunaan teknologi pertanian menjadi bagian penting dalam meningkatkan hasil produksi, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Untuk mendukung pengembangan tersebut, Pemkab Pati akan mengupayakan tambahan bantuan alat pertanian berupa traktor, drone pertanian, dan pompa air melalui Kementerian Pertanian.

Selain peningkatan produktivitas, Pemkab Pati juga mendorong agar kualitas melon Tegalombo terus dijaga sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Produk unggulan dari desa tersebut dinilai memiliki peluang untuk bersaing di luar wilayah Pati apabila standar mutu dapat dipertahankan.

“Kualitas harus dipertahankan, kualitas ini harus dijaga. Itu agar market di luar Pati bisa melihat, bahwa produk dari desa ini rasanya manis dan layak dijual belikan,” tandasnya.

Pertanian melon modern di Tegalombo tidak hanya diarahkan sebagai pusat produksi, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi wisata edukasi pertanian. Melalui konsep tersebut, masyarakat dan pelajar dapat mengenal proses budidaya melon secara langsung, mulai dari penanaman hingga pemanenan.

Dengan dukungan teknologi, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar, Pemkab Pati berharap pertanian melon Tegalombo mampu menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus inspirasi bagi pengembangan pertanian modern di wilayah lainnya. []

Redaksi02 | Nadiya

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

PAMA Targetkan Penurunan Stunting 10 Persen Lewat Pemberdayaan Posyandu

PDF 📄JAKARTA – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di wilayah binaannya …

Krisis Air Bersih Bertambah, Karawang Catat 2.585 KK Terdampak

PDF 📄KARAWANG – Krisis air bersih akibat musim kemarau semakin meluas di Kabupaten Karawang (Karawang), …

Puskesmas Nguter Perkuat Deteksi Dini TB dan Pertahankan Capaian Stunting

PDF 📄SUKOHARJO – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nguter akan melakukan pelacakan (tracing) kasus tuberkulosis (tuberculosis/TB) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *