Farida: Desa Harus Nikmati Keuntungan Pengolahan Hasil Panen

BLITAR – Wakil Menteri (Wamen) Koperasi Farida Farichah menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) harus menjadi pusat pengolahan hasil produksi masyarakat agar nilai tambah komoditas dan lapangan kerja tetap berada di desa, bukan berpindah ke industri di luar daerah.

Farida menjelaskan, pemerintah sedang mengarahkan pembangunan ekonomi nasional agar lebih berpihak kepada masyarakat desa melalui penguatan kelembagaan koperasi. Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem ekonomi yang mampu mengolah hasil pertanian hingga memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Kita ingin gabah itu dibeli melalui Koperasi Desa Merah Putih, dikeringkan, lalu dikemas menjadi beras premium di desa itu sendiri. Ketika ada kenaikan nilai jual 30 persen hingga 50 persen, pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan itu terjadinya di desa, bukan dibawa keluar oleh pabrik-pabrik besar,” kata Farida Farichah, sebagaimana diberitakan Tribun Kaltara, Kamis (09/07/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Farida saat menjadi narasumber dalam seminar ilmiah bertajuk Strategi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Jawa Timur (Jatim). Ia mengatakan KDKMP yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dirancang untuk menghubungkan akses permodalan, pengolahan hasil produksi, hingga pemasaran sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

Menurut Farida, selama ini petani masih menghadapi persoalan lemahnya posisi tawar karena keterbatasan modal, sehingga harga hasil panen kerap ditentukan oleh tengkulak. Melalui koperasi, hasil panen diharapkan dapat dibeli, dikeringkan, diolah, dan dipasarkan langsung dari desa agar keuntungan tidak keluar dari wilayah produksi.

Selain mendorong penguatan koperasi, Farida juga mengajak perguruan tinggi menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Ia meminta kampus mengintegrasikan literasi keuangan sejak awal perkuliahan serta mengoptimalkan program magang dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengingatkan mahasiswa agar membangun pola pikir wirausaha melalui target yang bertahap dan realistis.

“Mengejar Rp100 juta pertama itu susah, Rp1 miliar pertama super susah. Tapi semua ada tahapannya. Mulai dengan menetapkan prioritas keluarga, dan siapkan tabungan masa depan, agar kita tumbuh menjadi generasi yang sukses,” kata Syauqul. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Sindangmandi Jadi Andalan Serang pada Lomba Posyandu Tingkat Banten

PDF 📄SERANG – Desa Sindangmandi, Kecamatan Baros, ditetapkan sebagai wakil Kabupaten Serang dalam Lomba Posyandu …

Posyandu ILP di Kampung Ramsai Fokus Tingkatkan Deteksi Dini Penyakit

PDF 📄WAY KANAN – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Way Tuba terus memperluas akses pelayanan …

Jembrana Percepat Reformasi Sampah, Desa Adat Jadi Mitra Utama

PDF 📄JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana mempercepat reformasi pengelolaan sampah dengan mendorong pengurangan sampah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *