LOMBOK BARAT – Pemerintah Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), mengusulkan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di tingkat rayon desa sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan penumpukan sampah, terutama di TPS Pasar Gunungsari. Usulan tersebut muncul setelah kapasitas pengangkutan sampah dinilai tidak mampu mengimbangi volume sampah yang terus meningkat.
Camat Gunungsari Zulkifli menjelaskan, persoalan sampah di TPS Pasar Gunungsari tidak hanya dipicu aktivitas pasar, tetapi juga karena lokasi tersebut menjadi tempat pembuangan sampah masyarakat dari sejumlah desa di Kecamatan Gunungsari, bahkan dari luar kecamatan. Akibatnya, timbunan sampah terus bertambah dan menimbulkan keluhan warga maupun pedagang.
“Tumpukan sampah terjadi karena volume pengangkutan ke TPA belum sesuai dengan besarnya produksi sampah yang masuk ke TPS Pasar Gunungsari,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Suara NTB, Kamis (09/07/2026).
Menurut Zulkifli, saat ini hanya tersedia dua unit dump truck yang masing-masing melakukan dua kali pengangkutan setiap hari atau total empat ritase. Kapasitas tersebut belum mampu mengimbangi produksi sampah harian.
“Faktanya, dengan dua dump truck yang masing-masing dua kali angkut sehari, sampah masih tetap menumpuk,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak kecamatan telah mengusulkan penambahan armada serta peningkatan frekuensi pengangkutan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat. Selain itu, kecamatan juga mendorong pembangunan TPS di tingkat rayon desa yang dapat melayani dua hingga tiga desa sekaligus dengan dukungan armada pengangkut sendiri.
“Harapan kami, volume dan armada pengangkut segera ditambah. Untuk jangka panjang, perlu TPS di tingkat rayon desa,” ujarnya.
Selain mengusulkan penambahan infrastruktur, Kecamatan Gunungsari juga terus mengedukasi masyarakat agar melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik diharapkan dapat diolah menjadi pupuk, sedangkan sampah yang masih bernilai ekonomis dapat dimanfaatkan menjadi produk kerajinan sehingga volume sampah yang dibuang ke TPS dapat berkurang.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat, Busyairi, mengakui kapasitas pengangkutan saat ini memang belum sebanding dengan volume sampah yang masuk ke TPS Pasar Gunungsari.
“Upaya gotong royong untuk membersihkan dengan mengangkut semua sampah sudah beberapa kita lakukan, tapi beberapa hari kemudian menumpuk lagi sampahnya,” jelas Busyairi.
Ia berharap masyarakat semakin aktif memilah sampah dari tingkat rumah tangga agar hanya sampah yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan yang dibuang ke TPS. Dengan demikian, beban pengangkutan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok dapat berkurang dan pengelolaan sampah menjadi lebih efektif. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara