SUMENEP – Rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan pertanian di Desa Gadding, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep. Kondisi itu terjadi meski desa tersebut memiliki lahan pertanian seluas 1.296 hektare yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Kepala Desa (Kades) Gadding Busairi mengatakan sekitar 99 persen warga menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian. Lahan pertanian dimanfaatkan untuk menanam padi, jagung, dan palawija saat musim hujan, sedangkan pada musim kemarau digunakan untuk budidaya tembakau.
Menurut Busairi, sebagian besar anak muda memilih merantau ke luar daerah karena menilai pekerjaan di sektor pertanian belum mampu memberikan penghasilan yang stabil.
“Masyarakat di sini khususnya anak muda banyak yang memilih merantau ke Jakarta dan sebagainya dengan buka warung Madura,” ujar Busairi, sebagaimana diberitakan Media Kampung, Rabu (08/07/2026).
Ia menjelaskan fluktuasi harga hasil panen, termasuk komoditas tembakau, menjadi salah satu penyebab generasi muda enggan melanjutkan profesi sebagai petani dan lebih memilih mencari pekerjaan di luar daerah.
Busairi berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Pertanian dapat meningkatkan edukasi kepada generasi muda agar memandang sektor pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Selain pembinaan, peningkatan sarana dan prasarana pertanian juga dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menarik minat generasi penerus.
“Perlu ada edukasi dan dukungan fasilitas agar masyarakat, khususnya anak muda, mau kembali melirik potensi pertanian yang sebenarnya sangat besar di desa ini,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diperlukan agar sektor pertanian tetap berkelanjutan, sekaligus menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Gadding pada masa mendatang. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara