BOJONEGORO – Sebanyak 3.761 mahasiswa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP PGRI) Bojonegoro mendapatkan pembekalan melalui Forum Group Discussion (FGD) Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 2026 untuk menyusun program pengabdian yang mendukung pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal di Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IKIP PGRI Bojonegoro pada Selasa (7/7/2026) tersebut menjadi wadah penyelarasan program mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat desa. Forum ini mengangkat tema Smart and Integrated Tourism for Sustainable Village Development atau pariwisata cerdas dan terintegrasi untuk pembangunan desa berkelanjutan.
FGD menghadirkan Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro Ardhian Orianto serta Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro M. Amin Asrofin sebagai narasumber.
Dalam forum tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai strategi inovasi pembangunan daerah, pengembangan desa wisata, pemanfaatan teknologi pariwisata, serta pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Melalui pembekalan itu, mahasiswa diarahkan agar mampu menyusun program kerja yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan sementara, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat desa melalui pengelolaan potensi lokal.
Rektor IKIP PGRI Bojonegoro Junarti mengatakan, FGD menjadi tahapan penting untuk memastikan mahasiswa memiliki kesiapan sebelum menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“Pelaksanaan FGD ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu melaksanakan KKM secara terarah, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Junarti.
Junarti berharap mahasiswa dapat menjadi penggerak perubahan dengan menggali berbagai potensi desa melalui pendekatan kolaboratif, terutama dalam sektor pariwisata yang mengedepankan inovasi dan keberlanjutan.
Sementara itu, Ketua LPPM IKIP PGRI Bojonegoro Taufiq Hidayat menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana menyamakan pemahaman antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mahasiswa dalam merancang program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sebagaimana diberitakan BlokBojonegoro, Selasa (07/07/2026).
“FGD KKM Tahun 2026 menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mahasiswa dalam menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Taufiq.
Ia menambahkan, tema Smart and Integrated Tourism for Sustainable Village Development diharapkan mampu mendorong mahasiswa menghadirkan inovasi yang memperkuat desa wisata sekaligus meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
“Kami berharap seluruh peserta KKM memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi lapangan sehingga mampu merancang program pengabdian yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan,” pungkas Taufiq.
Program KKM 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan desa yang lebih mandiri serta memiliki daya tarik wisata berbasis kearifan lokal. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara