BOGOR – Enam Desa Terdampak Krisis Air, BPBD Salurkan 60 Ribu Liter Air Bersih Hadapi Kemarau
Kemarau yang melanda Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyebabkan enam desa di lima kecamatan mengalami krisis air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat puluhan ribu liter air telah disalurkan kepada warga terdampak sejak Juni 2026 untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Enam desa yang terdampak yakni Desa Gunung Sari, Desa Parakan Muncang, Desa Karang Tengah, Desa Sukajaya, Desa Harkat Jaya, dan Desa Kalong Liud. Penanganan dilakukan setelah kondisi kekeringan mulai mengganggu akses masyarakat terhadap sumber air bersih.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M. Adam mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara bertahap sejak 10 Juni hingga 6 Juli 2026.
“Total 6 desa pendistribusian air bersih dampak krisis air bersih atau kekeringan di Kabupaten Bogor,” kata Adam kepada wartawan, Selasa (7/7/2026), sebagaimana diberitakan Kompas, Selasa (07/07/2026).
Menurut Adam, jumlah air yang telah disalurkan mencapai 60 ribu liter. Selain distribusi air, BPBD Kabupaten Bogor bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Bogor (Disperkim Kabupaten Bogor) juga menyiapkan tempat penampungan air atau toren di sejumlah wilayah.
“BPBD sekitar 25 toren, sedangkan Disperkim itu sisanya dengan total 165,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkirakan kondisi kekeringan masih berpotensi meluas. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di wilayah tersebut diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan dapat berlangsung hingga akhir tahun.
“Untuk puncak (musim kemarau) berdasarkan prediksi BMKG, puncak kekeringan di Kabupaten Bogor bulan Agustus dan memang itu seluruhnya, hampir seluruhnya kekeringan. Prediksi kemungkinan sampai bulan November ataupun Desember,” lanjut Adam.
Selain mengancam kebutuhan air rumah tangga, kekeringan juga berpotensi berdampak terhadap sektor pertanian dan perikanan yang menjadi sumber penghidupan sebagian masyarakat desa. BPBD mengimbau warga, petani, dan pelaku usaha perikanan untuk menggunakan air secara bijak agar ketersediaan yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Sehingga air yang ada itu bisa dimanfaatkan dengan maksimal,” katanya.
Pemkab Bogor terus melakukan pemantauan terhadap wilayah rawan kekeringan serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara