CIAMIS – Desa Rancah Masuk Penilaian Nasional, Sinergi Tiga Pilar Jadi Sorotan Mabes Polri
Desa Rancah, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Jabar), menjadi salah satu desa yang masuk tahap penilaian tingkat nasional oleh Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) dalam evaluasi Tiga Pilar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Penilaian tersebut dilakukan untuk melihat efektivitas kerja sama antara pemerintah desa, unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Ciamis, Andang Firman Triyadi, mendampingi tim penilai Mabes Polri saat melakukan evaluasi di Kantor Desa Rancah, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengukur keberhasilan kolaborasi lintas sektor di tingkat desa.
Tim penilai dipimpin Ketua Tim Penilai Mabes Polri M. Budi Hendrawan. Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar), perwakilan Kepolisian Resor (Polres) dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0613/Ciamis, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Rancah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Desa Rancah, serta tokoh masyarakat.
Rangkaian penilaian diawali dengan penyambutan budaya Sunda melalui pengalungan bunga dan pertunjukan tari tradisional. Setelah itu, tim menerima pemaparan mengenai penerapan program Tiga Pilar di Desa Rancah sebelum melakukan pemeriksaan langsung ke sejumlah lokasi.
Tim Mabes Polri melakukan verifikasi lapangan mulai dari tata kelola administrasi di Kantor Desa Rancah, aktivitas keamanan di Pasar Desa Rancah, kesiapan Pos Sistem Keamanan Lingkungan (Satkamling) Dusun Ciberurem, hingga pengelolaan sampah di Dusun Sindang.
Selain sektor keamanan, tim juga meninjau kegiatan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat, seperti peternakan sapi, peternakan domba, serta perkebunan yang dikelola Kelompok Wanita Tani (KWT) Taruna Jaya di Dusun Sukacai.
Sekda Ciamis menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan daerah membutuhkan dukungan kondisi keamanan yang stabil serta kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.
“Pembangunan daerah tidak akan pernah berjalan maksimal tanpa adanya stabilitas keamanan dan ketertiban. Oleh sebab itu, ikatan sinergi antara Pemkab, TNI, Polri, dan masyarakat adalah hal yang mutlak,” tegasnya, sebagaimana diberitakan Harapan Rakyat, Rabu (08/07/2026).
Menurut Andang, keberadaan Kepala Desa (Kades), Bintara Pembina Desa (Babinsa), dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) menjadi kekuatan penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat secara bersama-sama.
“Kombinasi Tiga Pilar ini adalah kekuatan nyata, bukan pajangan semata. Semangat inilah yang kita jiwai lewat tagline Guyub Ngawangun Galuh,” imbuhnya.
Ia menilai pelayanan publik di tingkat desa akan semakin optimal apabila seluruh unsur yang terlibat mampu menjaga komunikasi dan koordinasi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Mabes Polri, M. Budi Hendrawan, mengapresiasi kesiapan Desa Rancah dalam mengikuti proses evaluasi. Ia menyebut hanya sembilan desa dari seluruh Indonesia yang berhasil masuk tahap penilaian tersebut.
“Paparannya luar biasa. Perlu diketahui, dari seluruh desa di Indonesia, hanya sembilan yang berhasil lolos ke tahap penilaian Mabes Polri ini. Kami berharap Desa Rancah bisa mengukir prestasi terbaik dan keluar sebagai juara pertama nasional,” ungkapnya.
Budi menjelaskan, kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan mencari pemenang, tetapi juga mendorong peningkatan kekompakan aparatur agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran lingkungan desa dalam melindungi generasi muda dari berbagai ancaman, termasuk risiko kejahatan berbasis digital.
“Anak muda kita harus difasilitasi dengan ruang positif, baik olahraga atau kreativitas lain, agar mereka terhindar dari dampak buruk lingkungan, termasuk bahaya judi online,” ujarnya.
Selain menjaga keamanan, Budi mengajak masyarakat Desa Rancah mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan rumah tangga.
“Mari manfaatkan lahan kosong atau pot di rumah untuk menanam kebutuhan pokok. Langkah kecil yang konsisten akan memperkuat ketahanan pangan keluarga,” pungkasnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara