Program Astra Angkat Potensi Desa Les, Pendapatan Warga Naik 25 Persen

BULELENG PT Astra International Tbk terus memperkuat pengembangan Desa Sejahtera Astra di Desa Les, Kabupaten Buleleng, Bali, sebagai desa wisata berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan, budaya, serta peningkatan ekonomi lokal.

Sejak bergabung dalam Program Desa Sejahtera Astra pada 2024, desa tersebut mengembangkan berbagai potensi berbasis sumber daya lokal. Program yang dijalankan telah menjangkau lebih dari 800 warga, meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar 25 persen, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperluas akses pemasaran produk lokal hingga seluruh hasil produksi terserap pasar.

Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan pembangunan desa harus mampu menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan identitas budaya masyarakat.

“Melalui Desa Sejahtera Astra, kami percaya bahwa pembangunan desa tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kemajuan, kelestarian lingkungan, serta identitas budaya yang dimiliki masyarakat,” ujarnya, sebagaimana diwartakan Tribun Bali, Kamis (02/07/2026).

“Astra berharap kolaborasi yang dijalankan melalui Desa Sejahtera Astra tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kemajuan, pelestarian lingkungan, dan identitas budaya desa agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” lanjutnya.

Pengembangan desa dilakukan melalui empat bidang kontribusi sosial Astra. Pada sektor kesehatan, perusahaan bersama masyarakat memperkuat layanan dasar melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), edukasi kesehatan ibu dan anak, serta pemberian makanan tambahan bagi anak yang mengalami stunting dan gizi buruk.

Di bidang pendidikan, masyarakat, khususnya generasi muda, mendapatkan pelatihan bahasa Inggris serta peningkatan kapasitas kepariwisataan guna mencetak pemandu wisata lokal (local guide) yang siap melayani wisatawan mancanegara.

Sementara itu, upaya pelestarian lingkungan diwujudkan melalui konservasi dan transplantasi terumbu karang, pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Program Les Grow, serta pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos untuk mendukung kebun terpadu di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Program tersebut tidak hanya menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga.

Pelestarian budaya turut menjadi fokus utama dengan mempertahankan tradisi pembuatan garam secara alami yang telah diwariskan turun-temurun. Saat ini masyarakat mampu memproduksi sekitar dua hingga tiga ton garam setiap musim panen yang dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Penguatan ekonomi desa juga dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Giri Segara dalam pemasaran produk unggulan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali turut membuka peluang pemasaran garam hingga sekitar satu ton setiap bulan dengan nilai penjualan mencapai sekitar Rp25 juta per bulan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Lebak Masih Miliki 2.539 Hektare Permukiman Kumuh di 128 Desa

PDF đź“„LEBAK – Sebanyak 2.539 hektare kawasan permukiman kumuh masih tersebar di 128 desa dan …

Infrastruktur Desa Semata Menguat, Jembatan Merah Putih Siap Dongkrak Ekonomi Warga

PDF đź“„SAMBAS – Pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Semata, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas telah …

Gotong Royong dan Pelayanan Publik Jadi Fokus Penutupan BBGRM Landak

PDF đź“„LANDAK – Penutupan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-23 Tahun 2026 di Desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *