BOGOR – Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor (Bogor), Jawa Barat (Jabar), terus dipercepat untuk mendukung pelaksanaan Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Kawasan pendidikan terpadu yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tersebut ditargetkan mampu menampung hingga 1.080 siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Berdiri di atas lahan seluas 6,96 hektare pada kawasan perbukitan dengan ketinggian sekitar 161 meter di atas permukaan laut, Sekolah Rakyat Bogor dirancang menjadi pusat pendidikan modern yang terintegrasi dengan lingkungan alam. Selain ruang belajar, kawasan ini dilengkapi asrama siswa, asrama guru, gedung serbaguna, tempat ibadah, kantin, lapangan olahraga, ruang terbuka hijau, serta berbagai sarana pendukung lainnya.
Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU), Dody Hanggodo, menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan mendukung pemerataan akses pendidikan,” kata Dody, sebagaimana diberitakan Jawapos, Minggu (28/06/2026).
Dalam proses pembangunan, proyek senilai Rp284 miliar tersebut menghadapi sejumlah tantangan teknis. Kondisi lahan yang sebelumnya berupa kawasan hutan dengan kontur perbukitan mengharuskan pelaksanaan pematangan lahan menggunakan metode cut and fill selama sekitar dua bulan sebelum konstruksi dimulai. Curah hujan yang tinggi serta akses menuju lokasi yang terbatas juga menjadi kendala distribusi material.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Prasarana Strategis Jabar, Tomi Hendratno, menjelaskan bahwa karakteristik lahan yang ekstrem berhasil diubah menjadi kawasan pendidikan yang memiliki potensi mendorong pertumbuhan wilayah.
“Namun Kementerian PU bisa melaksanakan itu dari lahan berkontur disulap menjadi pusat pendidikan dan pusat pertumbuhan ekonomi,” kata Tomi.
Menurut Tomi, progres pembangunan hingga 26 Juni 2026 telah mencapai 80,21 persen. Saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap penyelesaian akhir dan penguatan struktur penahan tanah untuk menjaga stabilitas lereng.
“Sekarang masih proses finishing dan penguatan dinding penahan tanah karena harus menjaga dari lereng,” tambahnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat Bogor melibatkan sekitar 960 pekerja serta mendapat dukungan 25 personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) Teritorial Pembangunan (TP). Pemerintah menargetkan fasilitas tersebut mulai beroperasi pada Juli 2026 sehingga dapat langsung digunakan untuk menerima peserta didik baru tahun ajaran mendatang.
Kehadiran Sekolah Rakyat di Desa Sipak diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan dan pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Jasinga serta kawasan sekitarnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara